Nisita.info, Samarinda – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Timur terus bergerak lincah menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
Sepanjang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), TPID tidak hanya gencar melakukan aksi di lapangan, tetapi juga memperkuat fondasi pengambilan keputusan melalui koordinasi tingkat tinggi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa penguatan komunikasi efektif menjadi salah satu kunci pengendalian inflasi di Bumi Etam.
Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya tujuh kali High Level Meeting (HLM) yang digelar secara maraton di berbagai kabupaten/kota sebagai wadah pengambilan keputusan strategis para pimpinan daerah.
Rangkaian pertemuan HLM ini menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah antisipatif terhadap risiko lonjakan harga. Adapun jadwal HLM yang telah dilaksanakan meliputi:
-
Kabupaten Berau: 4 Desember 2025
-
Kota Samarinda: 9 Desember 2025
-
Kabupaten Kutai Barat: 11 Desember 2025
-
Kota Bontang: 17 Desember 2025
-
Provinsi Kalimantan Timur: 18 Desember 2025
-
Kabupaten Mahakam Ulu: 19 Desember 2025
-
Kabupaten Kutai Kartanegara: 22 Desember 2025
“Pertemuan-pertemuan ini menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah antisipatif terhadap risiko inflasi serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” terang Budi Widihartanto dalam keterangan resminya, Rabu (7/1/2026).
Selain koordinasi di meja rapat, intervensi pasar juga dilakukan secara masif melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Tercatat sebanyak 24 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) telah diselenggarakan di berbagai titik sepanjang Desember 2025.
Pemerintah juga menggencarkan penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memastikan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.
Ke depan, TPID Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi lintas sektor dengan berpedoman pada Strategi 4K:
-
Keterjangkauan Harga
-
Ketersediaan Pasokan
-
Kelancaran Distribusi
-
Komunikasi Efektif
Langkah komprehensif ini diharapkan dapat menjaga inflasi Kalimantan Timur tetap berada pada tren yang rendah dan stabil, sekaligus menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di tahun 2026. (Prb/ty/*)















