Kutai Kartanegara

9 Rumah Jadi Bonus Spesial bagi Juara MTQ Nasional asal Kukar

Nisita.info, Tenggarong — Kerja keras dan lantunan ayat suci para kafilah Kutai Kartanegara (Kukar) berbuah manis. 9 rumah tipe eksklusif resmi diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, sebagai bonus istimewa bagi para qari dan qariah yang berhasil menyabet Juara Terbaik I pada ajang MTQ Nasional ke-30.

Bertempat di Perumahan Grand Teriti Residence, Senin (29/12/2025), penyerahan kunci rumah ini menjadi bukti nyata bahwa prestasi di bidang keagamaan kini mendapatkan penghargaan yang sejajar dengan prestasi olahraga atau akademik di Bumi Parikesit.

Penyerahan hunian ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Kukar dengan PT Cipta Griya Unggul.

Bupati Aulia menegaskan bahwa pemberian rumah bukan sekadar seremoni, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan para pejuang Al-Qur’an.

Tak hanya berhenti di sini, Bupati bahkan merencanakan pembangunan klaster perumahan khusus bagi juara MTQ nasional di masa depan serta memastikan program serupa akan terus berlanjut hingga perhelatan MTQ Nasional ke-31 di Semarang mendatang.

Selain apresiasi fisik berupa hunian, Pemkab Kukar tetap memperhatikan kaderisasi dengan menyalurkan uang pembinaan bagi peraih juara dua, tiga, hingga juara harapan.

Namun, dr. Aulia membawa kabar yang lebih revolusioner terkait tata kelola anggaran. Mulai tahun 2026, ia menginstruksikan LPTQ Kukar untuk merombak struktur anggaran; porsi hadiah bagi pemenang harus lebih besar dan signifikan dibandingkan biaya operasional acara.

“Esensi MTQ adalah pembinaan. Ke depan, porsi hadiah harus benar-benar berorientasi pada prestasi,” tegas Bupati Aulia.

Langkah penguatan karakter daerah ini pun menyentuh sektor birokrasi. Seiring dengan Gerakan Etam Mengaji, Pemkab Kukar mewajibkan tes mengaji bagi pejabat yang akan dipromosikan serta tenaga P3K yang akan menerima SK.

Melalui kebijakan ini, Bupati berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya menggema di panggung musabaqah, tetapi juga tercermin nyata dalam perilaku aparatur dan tata kelola pemerintahan yang bersih serta religius di Kutai Kartanegara.(Prokom01/*)

Related Posts

1 of 29