Nisita.Info — Beberapa waktu terakhir, warga yang tinggal di sekitar Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, mulai mengeluhkan kinerja lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya yang terpasang di jalan tersebut.
Meskipun menggunakan teknologi ramah lingkungan, lampu-lampu tersebut tidak memberikan penerangan yang maksimal pada malam hari, bahkan ada beberapa yang tidak menyala saat dibutuhkan.
Menanggapi keluhan ini, Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menanggapi keluhan tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan dinas terkait untuk memperbaiki kinerja lampu tersebut.
“Kami sudah membahas masalah lampu jalan ini dalam rapat kelurahan. Ternyata, lampu yang terpasang menggunakan detektor, yang hanya menyala ketika ada kendaraan atau pejalan kaki yang lewat. Ini membuat penerangan kurang maksimal, terutama di malam hari,” jelas Aditiya pada Jumat (27/2/2025)..
Ia juga menambahkan jika sistem detektor ini kerap menimbulkan masalah, sebab lampu baru menyala setelah kendaraan atau pejalan kaki melewatinya. Padahal, sistem penerangan jalan harus bisa menyala secara otomatis ketika malam tiba, tanpa harus menunggu ada orang atau kendaraan yang lewat.
“Kerap kali lampu baru menyala setelah kita melewati titik tertentu. Seharusnya, lampu itu langsung menyala pada malam hari tanpa harus menunggu ada gerakan,” ungkap Aditiya.
Dari koordinasi yang telah dilakukan dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Aditiya mengungkapkan pengadaan lampu-lampu tersebut bukan menjadi tanggung jawab Dishub, tetapi Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pemasangan lampu tersebut dilakukan seiring dengan adanya pelebaran jalan beberapa waktu lalu.
Kelurahan Melayu kini berharap Dinas PU segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem penerangan jalan agar lebih efektif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melintas pada malam hari.
Ia berharap Dinas PU segera memperbaiki masalah ini agar jalan lebih terang dan aman bagi masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari. Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur publik.
“Keamanan dan kenyamanan warga yang melintas adalah hal yang paling utama. Kami ingin pastikan jalan ini dapat memberikan rasa aman kepada semua,” ucapnya.(adv/diskominfo-kukar)