Nisita.info – Ketika sebagian besar orang masih memulihkan diri dari kemeriahan malam pergantian tahun, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana justru sudah berada di garda terdepan. Sejak pagi buta di hari pertama tahun 2026, agenda kerjanya padat merayap.
Dari keriuhan bandara hingga keheningan puri budaya, Menpar bergerak cepat memastikan mesin pariwisata Bali tetap berjalan mulus di tengah puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Saya baru tiba di Bali dan langsung melihat aktivitas kedatangan serta keberangkatan wisatawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” ujar Widiyanti (1/1/2026).
Baginya, kesan pertama wisatawan saat menginjakkan kaki di bandara adalah cermin dari kualitas pelayanan pariwisata Indonesia di mata dunia.
Menyisir Pintu Gerbang Internasional
Kesibukan Menpar bermula di Terminal Keberangkatan Internasional. Didampingi jajaran Angkasa Pura dan pemerintah daerah, ia menyisir setiap sudut pelayanan—mulai dari loket check-in, area imigrasi, hingga layanan Visa on Arrival.
Menpar tak canggung menyapa petugas bea cukai maupun berinteraksi langsung dengan turis asing.
Sentuhan personal ia tunjukkan dengan memberikan cenderamata kepada sejumlah wisatawan, sebuah gestur kecil yang mengukuhkan citra keramah-tamahan Indonesia.
Di Posko Terpadu, sebuah kabar membanggakan tersaji: kunjungan wisman ke Bali hingga akhir Desember 2025 sukses menembus angka 7,05 juta kunjungan—rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Pulau Dewata.
Geliat Ekonomi Dari Mal hingga Budaya
Tak berhenti di bandara, maraton kunjungan berlanjut ke Icon Bali Mall di kawasan Sanur. Di pusat perbelanjaan yang memiliki pasar terapung indoor terbesar di Asia Tenggara ini, Menpar melihat langsung dampak nyata program “Bina Indonesia Great Sale 2025”.
Lonjakan pengunjung yang mencapai 40 ribu orang per hari menjadi bukti kuatnya daya beli dan minat wisata belanja.
“Transaksi dalam dua pekan terakhir melampaui rata-rata penjualan satu bulan pada hari biasa. Ini luar biasa,” puji Menpar saat melihat produk UMKM lokal yang naik kelas di mal tersebut.
Sisi historis Bali pun tak luput dari perhatian. Kunjungan berlanjut ke Puri Agung Ubud, di mana arsitektur megah peninggalan kerajaan menjadi saksi dialog antara pemerintah dan para pelaku usaha.
Isu-isu strategis seperti penyelenggaraan event, perizinan akomodasi, hingga infrastruktur dibedah untuk memastikan pariwisata Bali tak hanya masif secara kuantitas, tapi juga terjaga secara kualitas dan tradisi.
Kekuatan Wisatawan Nusantara
Meski angka kunjungan mancanegara pecah rekor, Menpar Widiyanti menitipkan pesan penting tentang wisatawan nusantara (wisnu). Baginya, wisnu adalah kekuatan inti pariwisata Indonesia.
Meskipun pergerakannya kini mulai terdistribusi ke berbagai destinasi lain di tanah air, aspek keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama.
Menutup hari pertamanya di 2026, Menpar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyebarkan semangat positif melalui kampanye #KabarBaikPariwisataUntukIndonesia.
Sebuah ajakan untuk terus merawat aset bangsa dengan kerja keras yang dimulai sejak hari pertama tahun baru.(BK-KP/*)















