Dispora Kukar

Relawan Pramuka Peduli Kukar Jadi Inspirasi Generasi Muda

Nisita.info — Pandemi COVID-19 dikenang sebagai bencana tak kasat mata yang memaksa setiap orang menjauhi kerumunan.

Namun, di tengah ketakutan kolektif, sekelompok pemuda berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) justru mendekat ke liang lahat. Mereka adalah anggota Pramuka Peduli Kutai Kartanegara (Kukar), yang perannya melampaui seragam dan janji tri satya.

Kisah tentang keberanian dan pengabdian tulus ini masih membekas kuat hingga kini. Mereka adalah relawan yang mengambil peran paling sensitif dan berisiko tinggi, membantu proses pemakaman jenazah korban pandemi.

Bagi relawan kemanusiaan, COVID-19 menghadirkan tantangan terbesar. Mereka yang terbiasa bekerja secara gotong royong dan mendirikan posko bersama, kini harus berkoordinasi dan bergerak tanpa boleh berkumpul, demi menghindari klaster baru penularan.

Di sinilah letak ketangguhan Pramuka Peduli Kukar. Mereka tidak gentar, meski tahu virus itu menular melalui interaksi. Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin, mengenang momen itu sebagai pengabdian paling tulus.

“Mereka bekerja tanpa pamrih, dengan risiko tinggi, tapi tetap menjaga amanah kemanusiaan,” ujar Nopan Solihin pada Rabu, 12 November 2025.

Para relawan muda ini terlibat penuh, mulai dari proses penggalian hingga pemakaman selesai. Tindakan ini merupakan bukti nyata dari solidaritas dan empati yang menjadi nilai utama Pramuka. Mereka menjalankan peran kritis sebagai garis depan kemanusiaan yang jarang terlihat.

Selain risiko fisik tertular, relawan seperti Pramuka Peduli juga harus menghadapi tantangan psikologis yang berat. Bencana non-alam berjangka panjang seperti pandemi dapat memicu kecemasan, stres, dan kelelahan mental (burnout) karena harus terus menerus berada di lingkungan berisiko, serta potensi stigma dari masyarakat.

Namun, dengan dukungan penuh dari Pemkab Kukar saat itu, terutama dari Bupati Edi Damansyah, kegiatan kemanusiaan dapat berjalan aman dan terkoordinasi. Dukungan ini membantu meringankan beban relawan, memastikan mereka dapat fokus pada tugas mulia tanpa terbebani masalah operasional.

Nopan Solihin berharap semangat kemanusiaan ini terus diwariskan dalam setiap kegiatan kepramukaan di masa depan.

“Dari pengalaman itu kita belajar bahwa pengabdian tak selalu harus besar asal dilakukan dengan hati,” tutup Nopan. “Pramuka Peduli membuktikan bahwa tindakan nyata jauh lebih kuat dari kata-kata.”

Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam Gerakan Pramuka disebut sebagai pondasi utama yang membuat pemuda Kukar tangguh, berani, dan selalu siap mengabdi di tengah tantangan zaman, bahkan di tengah bencana tak kasat mata.(Adv/Dispora Kukar/tr)

Related Posts

1 of 10