Ekonomi Kreatif

Kemenpar Gelar Business Matching di Busan, Soroti Wisatawan Dengan Pengeluaran Rata-rata US$1.384

Nisita.info – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara agresif memperkuat posisinya di pasar Asia Timur melalui kegiatan Indonesia Business Matching (IBM) 2025 di Busan, Republik Korea.

Sekretaris Kemenpar, Bayu Aji dalam siaran pers Kemenpar, Senin (10/11/2025) menegaskan bahwa Korea Selatan adalah salah satu pasar utama yang sangat potensial secara ekonomi.

Hal ini didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan wisatawan asal Korea Selatan memiliki rata-rata pengeluaran yang tinggi, yakni US$1.384 per kunjungan, dengan rata-rata lama tinggal 9,10 hari.

“Republik Korea merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Melalui Indonesia Business Matching 2025, kami berharap hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata dapat semakin erat dan membuka peluang promosi yang lebih luas,” ujar Bayu Aji.

Ajang IBM 2025 yang digelar pada 4 November 2025 ini mempertemukan lima pelaku industri pariwisata Indonesia (termasuk Pakuwon Group dan Garuda Indonesia) dengan 23 mitra strategis Korea Selatan, seperti HanaTour Service Inc., Air Busan, dan Jeju Air.

Selain memperkenalkan destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo, Kemenpar juga menyoroti Lombok sebagai destinasi unggulan dengan potensi besar untuk wisata bahari (marine tourism). Promosi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang merata.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menegaskan bahwa konsistensi promosi melalui business matching ini bertujuan untuk memperkuat pengenalan destinasi unggulan Indonesia di pasar Korea Selatan, menginspirasi wisatawan dunia untuk “Go Beyond Ordinary” dalam menjelajahi keindahan nusantara.(tf)

Related Posts

1 of 6