Ekonomi Kreatif

Maestro Fotografi Nasional “Ngumpul” di Meja Menteri

Nisita.info, Jakarta – Suasana di ruang pertemuan Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Kamis (18/12/2025), mendadak terasa menyerupai galeri seni kelas dunia. Tidak ada sekat antara birokrasi dan estetika.

Perubahan suasana terjadi ketika sosok-sosok ikonik seperti Darwis Triadi, Arbain Rambey, hingga Anton Ismael duduk melingkar dalam satu meja yang sama. Inilah momen langka berkumpulnya para ‘maestro’ lensa Indonesia.

Sosok-sosok yang biasanya berada di balik mahakarya visual kini hadir untuk menerima penghargaan. Mereka juga diharap dapat merajut masa depan ekosistem fotografi nasional dalam diskusi bersama Menteri Teuku Riefky Harsya.

Kehadiran tujuh fotografer profesional ini, termasuk Martha Suherman, Ifan Hartanto, Azmi File, dan Aldo Sinarta, bukan sekadar kunjungan seremonial.

Mereka adalah para profesional yang baru saja menyelesaikan proyek strategis, memotret profil para pejabat di lingkungan Kementerian Ekraf.

Hasilnya? Sebuah pergeseran citra institusi negara yang selama ini kaku, kini tampil lebih estetik, bercerita, dan memiliki standar profesionalisme yang kuat.

Lebih dari Sekadar Jepretan

Bagi Menteri Teuku Riefky, kolaborasi ini adalah fondasi untuk membangun standar industri yang lebih tinggi.

“Dengan para profesional, ekosistemnya bisa semakin baik dan standarnya semakin kuat. Mungkin juga perlu ada satu event bersama untuk ‘membangunkan’ industri ini,” ujar Menteri sembari menyerahkan piagam penghargaan.

Namun, di balik jabat tangan dan apresiasi tersebut, terselip kegelisahan yang mendasar tentang keberlanjutan. Sang legenda, Darwis Triadi, secara terbuka menyuarakan pentingnya ruang eksposur yang rutin.

Bagi Darwis, fotografi harus diletakkan pada tempatnya yang terhormat sebagai profesi yang menciptakan perputaran ekonomi, bukan sekadar hobi. “Dengan adanya event yang konsisten, lama-kelamaan masyarakat akan mampu menghargai profesi ini secara visual,” ungkapnya tegas.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi kepada tujuh fotografer profesional serta membuka peluang kolaborasi untuk menghadirkan ruang-ruang kreatif. Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Menuju Platform Masa Depan

Menanggapi tantangan tersebut, kementerian bersiap melangkah ke arah digitalisasi yang lebih serius. Nama-nama besar ini nantinya tidak hanya akan terpampang di pameran fisik, tetapi juga diintegrasikan ke dalam Ekraf Hub.

Ini adalah ambisi besar untuk membuka peluang kerja sama Business-to-Business (B2B) yang lebih luas bagi para pekerja kreatif visual di seluruh Indonesia.

Malam itu, di Kantor Kementerian Ekraf, sebuah pesan tersampaikan dengan jelas: bahwa identitas sebuah bangsa tidak hanya dibangun melalui kata-kata di atas kertas dokumen negara, tetapi juga melalui sudut pandang lensa yang mampu menangkap jiwa dan profesionalisme dari balik rana.(tr/sumber berita dari ekraf.go.id)

Related Posts

1 of 6