Informasi

Kemenpar dan Pemerintah Swiss Rampungkan Dua Program Strategis

Nisita.info, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) dan Swisscontact secara resmi telah merampungkan dua program besar penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata pada akhir tahun ini.

Dua program tersebut, yakni Adult Learning Training Program for Tourism Polytechnics Fase ke-2 dan SVEB Alumni Monitoring and Coaching Tahun 2025, sukses dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) agar mampu mencetak lulusan berdaya saing global.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohammad Paham, menyampaikan apresiasi atas tuntasnya kerja sama ini dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (17/12/2025). Menurutnya, penguatan pelatihan berbasis praktik adalah strategi tepat untuk menghasilkan tenaga kerja yang unggul.

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Swiss dan SECO atas dukungan serta kerja sama yang luar biasa dalam pengembangan SDM pariwisata Indonesia,” ujar Martini.

Program pertama, Adult Learning Training Program Fase ke-2, merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya yang bertujuan mendalami prinsip pembelajaran orang dewasa (adult learning).

Sebanyak 23 dosen dari enam Poltekpar dibimbing langsung oleh fasilitator dari Schweizerische Hotelfachschule Luzern (SHL), Bernhard Huber, mencakup materi manajemen konflik hingga pemanfaatan platform digital.

Sementara itu, program kedua, SVEB Alumni Monitoring and Coaching 2025, difokuskan untuk memperkuat kompetensi 12 dosen alumni pelatihan SVEB (Swiss Federation for Adult Learning) tahun sebelumnya.

Melalui model tiga langkah—observation, impact, dan wish—para dosen mendapatkan umpan balik langsung untuk meningkatkan kualitas pengajaran di kampus masing-masing.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi, Andar Danova L. Goeltom, menambahkan bahwa penguatan ini memastikan lulusan vokasi pariwisata semakin siap menjawab kebutuhan industri.

Sebagai langkah keberlanjutan, para peserta merekomendasikan pembentukan forum berbagi pengetahuan dan program pertukaran dosen antarpoliteknik di masa depan.(Tr)

Related Posts

1 of 18