Konservasi

OIKN Terapkan Model Triple Helix Libatkan PAMA dan UGM dalam Konservasi

Nisita.info – Komitmen Otorita IKN untuk membangun Ibu Kota Nusantara sebagai Forest City yang berkelanjutan didukung penuh oleh model kolaborasi triple helix yang kuat.

Konsep model yang melibatkan unsur Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi, tersebut terwujud dalam kegiatan pelepasliaran Rusa Sambar dan peluncuran program eco-edu forest.

Agenda ini merupakan kolaborasi strategis antara Otorita IKN (Pemerintah), PT Pamapersada Nusantara (PAMA) (Dunia Usaha), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) (Akademisi), serta didukung penuh oleh Kementerian Kehutanan RI.

Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaannya mencerminkan kolaborasi kuat antara dunia usaha dengan pemerintah dan akademisi untuk membangun lingkungan berkelanjutan.

“PAMA hadir sebagai perusahaan kontraktor pertambangan yang menunjukkan komitmen dalam kelestarian lingkungan, termasuk pada program hari ini yang bekerja sama dengan pemerintah, Otorita IKN,” sahut Abdul.

Senada, Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, menegaskan bahwa UGM selalu terbuka untuk kolaborasi, khususnya dalam mendukung IKN.

UGM berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan, termasuk di bidang riset, konservasi, dan membangun kapasitas riset nasional maupun internasional terkait forest city.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi dukungan penuh dari PAMA dan UGM.

Dengan adanya kolaborasi triple helix ini, IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan selaras dengan konservasi satwa, pemulihan ekosistem, dan edukasi lingkungan.(tr)

Related Posts

1 of 6