Nisita.info, Tenggarong – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menginisiasi langkah ambisius untuk mengatasi masalah lingkungan dan sekaligus mendorong diversifikasi ekonomi baru.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim mengusulkan pembangunan Agro Tekno Park secara masif di lahan bekas tambang batu bara yang sudah tidak produktif.
Inisiasi ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk mempercepat transformasi ekonomi Kaltim, khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan.
Sekretaris BRIDA Kaltim, Charmmarijaty menjelaskan bahwa areal eksploitasi tambang di Kaltim sudah melampaui 300 ribu hektare, dengan lebih dari 130 ribu hektare menyisakan lubang tambang atau void.
“Terdapat sekitar 1.735 titik lubang tambang di Kaltim, dan yang paling banyak berada di Kukar dengan 842 titik. Inisiatif ini menjadi salah satu prioritas untuk percepatan transformasi ekonomi,” tegas Charmmarijaty saat menghadiri Seminar Laporan Akhir Kajian Strategis di Kutai Kartanegara.
BRIDA kini menggandeng tim riset, termasuk dari BRIN, untuk mengidentifikasi cara mengoptimalkan lahan bekas tambang ini menjadi kawasan berpotensi ekonomi baru.
Agro Tekno Park dirancang multifungsi:
- Menghidupkan lahan tidak produktif menjadi sumber pendapatan baru.
- Berpotensi menjadi tempat kerjasama riset dengan Perguruan Tinggi.
- Menawarkan konsep wisata berbasis teknologi pertanian dan lingkungan.
Charmmarijaty menambahkan, hasil riset ini direkomendasikan untuk segera dimanfaatkan oleh perusahaan pertambangan sebagai bagian dari program reklamasi jangka pendek.
Sementara bagi Pemprov dan Kabupaten/Kota, pengembangan Agro Tekno Park akan menjadi program prioritas jangka panjang, menandai komitmen serius Kaltim dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.(tf-Media Diskominfo Kaltim)















