Nusantara Raya

IFP Jadi Kunci Pembelajaran Interaktif Masa Depan

NISITA.INFO, BLORA – Di tengah arus transformasi digital, kehadiran perangkat teknologi di ruang kelas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen vital untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif.

Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) kini menjadi sorotan utama pemerintah sebagai media yang mampu mengubah wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih inklusif dan berpusat pada murid.

Pentingnya IFP dalam proses belajar mengajar ditegaskan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau praktik digitalisasi di SD Katolik Krida Dharma, Kabupaten Blora, Sabtu (3/1).

Menurutnya, IFP hadir sebagai media pendukung yang kuat untuk meningkatkan kualitas interaksi di kelas.

Meski perangkat canggih seperti IFP mulai mendominasi ruang kelas, Wamen Fajar mengingatkan bahwa teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan peran seorang pendidik.

Guru tetap memegang kendali penuh sebagai navigator pengetahuan, sementara teknologi berfungsi mempermudah penyampaian materi.

“Tetap guru yang menjadi kunci. IFP ini adalah media pembelajarannya,” ujar Wamen Fajar. Ia juga mendorong para guru untuk mengawinkan kecanggihan IFP dengan superaplikasi “Rumah Pendidikan”—sebuah pintu masuk menuju ribuan konten video interaktif, laboratorium maya, hingga gim edukasi yang disediakan pemerintah.

Perbedaan mencolok antara penggunaan proyektor konvensional dengan IFP dirasakan langsung oleh para pengajar. Anik Sulifah, salah satu guru di SD Katolik Krida Dharma, mengungkapkan bahwa IFP memberikan pengalaman belajar yang lebih taktil.

Jika sebelumnya siswa hanya bisa melihat dan mendengarkan, kini mereka dapat menyentuh dan mengendalikan materi langsung di layar.

“Fitur IFP ini dapat dikendalikan dan disentuh layarnya, sehingga anak-anak bisa memiliki keterlibatan secara langsung dalam materi yang diberikan,” jelas Anik.

Dampaknya pun nyata. Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan bersemangat karena proses belajar terasa seperti sebuah petualangan visual dan interaktif.

Selain menguntungkan siswa, kehadiran IFP di sekolah-sekolah daerah juga memacu para guru untuk terus mengasah kompetensi mereka.

Teknologi ini menantang para pendidik untuk melahirkan ide-ide pembelajaran baru yang sebelumnya sulit diterapkan, sekaligus memastikan mereka tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi pendidikan global.

Melalui penyediaan IFP dan program digitalisasi yang masif, Kemendikdasmen berupaya memastikan bahwa kualitas pendidikan yang merata bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang bisa dirasakan di setiap ruang kelas di seluruh Indonesia.(BKHM-Kemendikdasmen/*)

Related Posts

1 of 6