Nisita.info, Jakarta — Di balik suksesnya partisipasi jutaan murid pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan taringnya dalam menjaga kredibilitas hasil ujian.
Tak main-main, kementerian telah mengantongi deretan nama pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berat selama pelaksanaan asesmen berbasis komputer tersebut.
Langkah ini diambil sebagai komitmen tanpa kompromi untuk memastikan bahwa sertifikat hasil TKA yang diterbitkan benar-benar mencerminkan kejujuran dan akuntabilitas pendidikan nasional.
Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul dalam siaran pers Kemendikdasmen, Senin (22/12/2025) menegaskan bahwa proses monitoring dan klarifikasi telah dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap laporan yang masuk.
Berdasarkan Keputusan Mendikdasmen Nomor 95 Tahun 2025, sanksi bagi para pelanggar telah disiapkan secara berjenjang.
“Sanksi mulai dari teguran lisan sampai pemberian nilai nol (0) pada pelanggaran kategori berat. Langkah ini kami lakukan untuk menjaga integritas, keadilan, dan kredibilitas Tes Kemampuan Akademik,” tegas Faisal dalam taklimat media di Jakarta.
Selain tindakan disiplin, pihak kementerian juga menyoroti fenomena penyebaran soal di media sosial yang sempat memicu kekhawatiran publik.
Kepala BSKAP, Toni Toharudin, memberikan jaminan bahwa tim teknis telah melakukan analisis mendalam terhadap temuan tersebut. Hasilnya menunjukkan tidak adanya dampak sistemik yang memengaruhi validitas skor peserta secara nasional.
Dengan sistem pengamanan kode unik dan tanda tangan elektronik pada sertifikat hasil, Kemendikdasmen memastikan bahwa upaya kecurangan oknum tertentu tidak akan mencoreng perjuangan jutaan siswa lainnya yang telah mengikuti ujian secara jujur.(tr)















