Sekolah-Kampus

Kemendikdasmen Revitalisasi SMK di Kabupaten Rembang

Nisita.info – Bagi seorang siswa SMK jurusan otomotif, Ruang Praktik Siswa (RPS) adalah “medan tempur” sekaligus laboratorium mimpi. Namun, apa jadinya jika medan tempur itu memiliki lantai yang pecah, tembok retak, dan sirkulasi udara yang pengap?

Alih-alih melahirkan inovasi, ruang yang kumuh justru seringkali memupuk rasa tidak percaya diri. Inilah yang menjadi titik balik dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke sejumlah SMK di Kabupaten Rembang, Sabtu (3/1).

Lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah sedang mencoba membuktikan bahwa bangunan fisik adalah kunci pembuka pintu ekosistem pembelajaran yang lebih bermartabat.

Salah satu poin paling menarik disampaikan oleh Ali Muhtarom, Kepala SMK Annuroniyah Sulang. Revitalisasi ruang praktik bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal citra profesional.

Sebelum dipoles, ruang praktik Teknik Otomotif di sana jauh dari kata layak. Kini, dengan penampilan yang modern, sekolah memiliki “wajah baru” yang jauh lebih menjual.

“Penampilan RPS yang modern meningkatkan kepercayaan diri sekolah saat bertemu dengan mitra industri maupun calon siswa baru,” jelas Ali.

Ini adalah poin krusial bagi SMK. Di dunia vokasi, industri hanya akan melirik sekolah yang memiliki standar fasilitas yang setara dengan bengkel profesional. Siswa yang belajar di sana tidak lagi merasa “anak sekolah biasa”, melainkan calon mekanik profesional.

Kisah serupa datang dari SMK Muhammadiyah Pamotan. Bayangkan para siswa yang harus belajar dengan rasa was-was setiap kali hujan turun karena atap yang bocor.

Kepala Sekolah M. Mujib menceritakan betapa drastisnya perubahan suasana belajar setelah gedung mereka direvitalisasi.

Gedung yang “megah” ternyata memberikan efek domino pada semangat belajar. Siswa yang dulunya hanya ingin cepat pulang, kini merasa betah di sekolah.

Keamanan fisik bangunan secara otomatis menghilangkan beban mental siswa, membiarkan mereka fokus sepenuhnya pada penguasaan kompetensi.

Wamen Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa revitalisasi ini adalah upaya membangun ekosistem. Pemerintah tidak ingin sekadar memberikan donasi fisik, tetapi ingin membangun suasana yang mendukung kualitas pendidikan.

Terutama bagi sekolah swasta, dukungan ini merupakan napas baru agar mereka bisa terus bersaing dan meningkatkan mutu secara mandiri.

Tujuannya satu, melahirkan alumni terbaik. Ketika seorang siswa SMK dididik di lingkungan yang menghargai keberadaan mereka melalui fasilitas yang layak, mereka akan keluar ke masyarakat dengan mentalitas pemenang.

Mereka akan percaya bahwa diri mereka berharga, karena negara memberikan ruang belajar yang juga berharga.

Revitalisasi SMK di Rembang ini menjadi pengingat bagi kita semua. Untuk mengubah kualitas lulusan, terkadang kita harus memulainya dengan memperbaiki ubin di bawah kaki mereka dan atap di atas kepala mereka.(BKHM-Kemendikdasmen/*)

Related Posts

1 of 6