Sekolah-Kampus

Ratusan Murid SMPN 1 Tarogong Kaler Berikrar Jadi “Generasi Rukun”

Nisita.info, Garut – Suasana di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, tampak lebih berwarna dari biasanya pada Kamis (8/1/2026). Gelak tawa dan riuh rendah antusiasme ratusan siswa memenuhi halaman sekolah.

Bukan tanpa alasan, hari itu mereka kedatangan tamu istimewa, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk sebuah misi penting: mendeklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman.

Gitar dipetik, lagu “Hari Baru” dikumandangkan, dan sebuah janji besar diikrarkan. Di bawah langit Garut, para siswa berkomitmen menjadikan sekolah mereka sebagai ruang yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari perundungan.

Menteri Abdul Mu’ti hadir dengan pesan yang menyejukkan. Ia mengajak para siswa untuk mengadopsi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Baginya, kerukunan bukan sekadar tidak adanya pertengkaran, melainkan fondasi untuk membangun mental yang sehat.

“Dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia,” pesan Menteri Mu’ti yang disambut tepuk tangan meriah.

Ia menekankan bahwa untuk menjadi pemimpin masa depan, para siswa harus memulai dari pembiasaan rukun dengan teman sebaya.

Kegembiraan terpancar jelas dari wajah para siswa. Rifki Aidil Adha, Wakil Ketua OSIS SMPN 1 Tarogong Kaler, mengaku sangat terkesan.

Bagi Aidil, gerakan ini adalah “bahan bakar” baru bagi motivasi belajar teman-temannya. “Acaranya seru dan menarik. Ini modal utama kami membangun hubungan baik sesama murid,” ungkapnya penuh syukur.

Senada dengan Aidil, Regina Calsabila merasa bangga bisa terlibat langsung dalam deklarasi ini. Menurutnya, pesan untuk rukun dengan teman sangat relevan agar sekolah benar-benar terasa seperti rumah kedua, tempat mereka bisa saling menjaga, bermain, dan tumbuh tanpa rasa takut disakiti.

Gerakan ini sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan empat pilar utama: belajar baik, cintai orang tua, hormati guru, dan rukun dengan teman.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang turut hadir, mengingatkan bahwa bercanda antar teman adalah hal lumrah, asalkan tidak melampaui batas hingga menyakiti.

Acara puncak ditandai dengan penandatanganan prasasti revitalisasi 31 SMP di wilayah Garut. Namun, lebih dari sekadar peresmian gedung, momen di Tarogong Kaler hari ini adalah peresmian sebuah “budaya baru”.

Budaya di mana anak-anak Indonesia hebat memilih untuk berangkulan tangan daripada saling menjatuhkan, demi menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan senyuman.(BKHM-KPDM/*)

Related Posts

1 of 6