Sekolah-Kampus

SMAN 4 Kejuruan Muda Jadi Simbol Harapan Pendidikan Aceh

Nisita.info, Aceh Tamiang – Di sela sisa material banjir yang masih membekas di sudut-sudut wilayah Aceh Tamiang, SMAN 4 Kejuruan Muda tegak berdiri sebagai panggung kebangkitan.

Senin (5/1), sekolah ini menjadi sorotan nasional saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memilihnya sebagai lokasi upacara bendera perdana semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Bukan sekadar rutinitas, upacara ini merupakan pernyataan sikap bahwa pendidikan di Aceh Tamiang menolak untuk lumpuh.

Di tengah proses pemulihan pascabencana banjir bandang, kehadiran negara di SMAN 4 Kejuruan Muda menjadi pemantik optimisme bagi ratusan siswa yang sempat kehilangan akses belajar.

Usai memimpin upacara, Menteri Mu’ti tidak langsung beranjak. Ia menyisir ruang-ruang kelas SMAN 4 Kejuruan Muda untuk berdialog langsung dengan para siswa.

Di ruangan yang sempat terendam air tersebut, sang menteri mendengarkan cerita getir para murid saat menghadapi bencana.

Dialog ini menjadi bagian dari penguatan psikososial agar trauma bencana tidak memadamkan api cita-cita mereka. “Musibah menempa kita menjadi pribadi yang lebih kuat, tabah, dan kreatif. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar,” tegas Menteri Mu’ti di hadapan para siswa.

Sebagai bentuk dukungan nyata, SMAN 4 Kejuruan Muda menjadi titik penyaluran bantuan simbolis berupa 2.000 paket perlengkapan sekolah (school kit).

Paket berisi tas, alat tulis, dan seragam ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua siswa yang terdampak.

Tak hanya itu, bantuan berupa voucher uang tunai juga diserahkan khusus untuk membantu percepatan pembersihan sisa material banjir di lingkungan sekolah.

Pemerintah berkomitmen bahwa SMAN 4 Kejuruan Muda akan masuk dalam prioritas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 guna memastikan sarana belajar seperti meja dan kursi kembali layak serta aman.

Bagi SMAN 4 Kejuruan Muda dan sekolah terdampak lainnya, Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas melalui Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran pascabencana.

Pembelajaran kini difokuskan pada materi esensial, mitigasi bencana, dan pemulihan psikologi siswa. Penilaian hasil belajar pun tidak lagi melulu soal nilai akademik, melainkan pada kehadiran dan partisipasi siswa sebagai bentuk empati atas kondisi lapangan.

Langkah SMAN 4 Kejuruan Muda untuk membuka kembali gerbang sekolahnya adalah pesan kuat bagi seluruh Indonesia. Pendidikan merupakan jalan utama menuju masa depan, dan jalan itu tidak boleh terputus oleh bencana apa pun.(BKHM-Kemendikdasmen/*)

Related Posts

1 of 6