Penguatan karakter pada siswa kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks di era digital. Menurut Rita Pranawati, Tim Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), permasalahan ini perlu segera diatasi karena menyentuh berbagai aspek kehidupan anak.
Dalam Webinar Perlindungan Guru, ia memaparkan enam tantangan utama yang dihadapi guru dan orang tua dalam mendidik generasi muda saat ini:
- Kecanduan Gawai dan Media Sosial: Banyak siswa yang mengabaikan waktu belajar dan aktivitas fisik karena kecanduan game online, konten hiburan, hingga judi online.
- Menurunnya Kemampuan Sosial: Interaksi tatap muka yang berkurang drastis membuat banyak siswa menjadi kurang terampil dalam komunikasi langsung, empati, dan kerja sama tim.
- Paparan Konten Negatif: Siswa sangat rentan mengakses informasi yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, atau hoax, yang membentuk pandangan keliru.
- Menurunnya Konsentrasi: Pola multitasking digital menurunkan kemampuan fokus. Siswa cenderung mencari jawaban instan, sehingga daya tahan belajar dan kedalaman materi terabaikan.
- Plagiarisme dan Berpikir Kritis: Kemudahan menyalin (copy-paste) jawaban membuat siswa sering melakukan plagiarisme. Hal ini melemahkan kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas ide.
- Masalah Kesehatan Fisik dan Mental: Penggunaan gawai berlebihan memicu berbagai masalah fisik (gangguan mata, obesitas, problem gigi) hingga gangguan kesehatan mental pada anak-anak yang kini sering disebut sebagai Generasi Strawberry, karena sifatnya yang rentan.
Menghadapi tantangan ini, peran guru dan orang tua harus lebih adaptif, fokus tidak hanya pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan literasi digital yang sehat.(*/)
Sumber: Ig ditjen.gtk.kemendikbud















