Nisita.info – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghapuskan hambatan ekonomi di dunia pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Hal tersebut disampaikan saat memimpin sosialisasi dan percepatan penyaluran PIP menggunakan Mobil Layanan Gerak di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (18/12).
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menyerahkan langsung bantuan bantuan kepada peserta didik mulai jenjang SD hingga SMK. Ia menekankan bahwa PIP merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas tanpa terkecuali.
“Di Kabupaten Sleman sendiri, PIP telah menjangkau 72.465 peserta didik dengan total dana tersalurkan mencapai Rp52,03 miliar. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk terus bersekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa kehadiran inovasi seperti Mobil Layanan Gerak merupakan langkah nyata untuk menyederhanakan birokrasi perbankan.
Layanan jemput bola ini memastikan bantuan dapat diterima lebih cepat, tepat waktu, dan lebih dekat dengan penerima, terutama bagi mereka yang berada di lokasi yang jauh dari kantor perbankan.
Selain aspek penyaluran, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya integrasi data. Saat ini, pemerintah mulai menyinkronkan data penerima PIP dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Integrasi ini bertujuan agar peserta didik dari keluarga tidak mampu memiliki jalur yang berkelanjutan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Kami ingin birokrasi ini sederhana dan tepat sasaran sesuai arahan Presiden,” tambahnya.
Melalui penguatan akses dan keberlanjutan ini, Mendikdasmen optimis visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dapat tercapai, sekaligus mendukung Asta Cita dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(tr)















