Nisita.info, Jakarta – Dorongan dan komitmen pribadi Presiden RI Prabowo Subianto terhadap agenda pendidikan menjadi sorotan utama dalam pertemuan Joint Working Group (JWG) antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Pemerintah Inggris (United Kingdom/UK).
Komitmen Presiden ini diapresiasi oleh delegasi Inggris sebagai fondasi kuat dalam memperluas kerja sama pendidikan kedua negara.
UK International Education Champion, Sir Steve Smith, mengungkapkan kekagumannya terhadap perhatian Presiden, bahkan ia pernah diminta Presiden Prabowo untuk datang dan berdiskusi tentang pendidikan selama lebih dari dua setengah jam.
“Beliau menekankan komitmen inklusivitas dan pendidikan untuk semua yang merupakan nilai untuk menjadi dasar kerja sama kita,” ungkap Sir Steve dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (18/11).
Pertemuan yang dipimpin oleh Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, ini membahas kemitraan konkret yang berfokus pada pengembangan guru, kurikulum, dan inovasi sistem sekolah.
Tatang Muttaqin menyampaikan apresiasi atas komitmen Delegasi Inggris, yang mencerminkan kuatnya hubungan bilateral.
Kemendikdasmen memaparkan prioritas strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang berupaya mempercepat pencapaian SDG 4.
Prioritas tersebut mencakup peningkatan kualifikasi guru, pengembangan kompetensi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI), coding, dan deep learning, serta transformasi sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Kedua pihak sepakat bahwa kemitraan ini bersifat timbal balik. Dirjen Tatang mengakui Indonesia memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari praktik unggul Inggris, namun ia juga percaya kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam memodernisasi sistem pendidikan.
Sir Steve Smith menambahkan bahwa pendidikan adalah isu universal yang melampaui batas politik, dan kemitraan Indonesia–Inggris ini dibangun atas dasar saling menghormati dan visi bersama.
Melalui JWG ini, kedua negara sepakat menyusun Rencana Aksi Bersama untuk implementasi berbagai potensi kolaborasi yang diharapkan memberikan dampak nyata bagi penguatan sistem pendidikan di kedua negara.(tr)















