Warta Utama

Menenun Masa Depan Vokasi: Di Balik Konsolidasi Emas Poltekpar Menuju 2030

Balairung Soesilo Soedarman di Jakarta tidak hanya menjadi saksi bisu penutupan kalender tahunan, melainkan menjadi panggung orkestrasi besar bagi masa depan pariwisata Indonesia.

Di penghujung 2025, Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Refleksi Akhir Tahun sebagai momen krusial untuk menengok pencapaian sekaligus melakukan konsolidasi nasional demi memastikan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) tetap tegak sebagai mercusuar pendidikan vokasi yang relevan dengan zaman.

Bagi Martini Mohamad Paham, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, refleksi ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menegaskan bahwa tanpa konsolidasi yang kuat dan penyelarasan kurikulum yang presisi, ambisi mencetak SDM kelas dunia hanya akan menjadi angan.

“Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Poltekpar sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi pariwisata,” ujarnya di tengah suasana hangat pertemuan yang berlangsung pada 9–10 Desember 2025 tersebut.

Roadmap Baru, Energi Baru

Arah langkah lima tahun ke depan kini mulai benderang melalui pemaparan Roadmap Poltekpar 2026–2030. Di bawah komando Prof. Ilham Junaid, cetak biru ini menjanjikan transformasi besar, mulai dari integrasi seleksi mahasiswa baru bersama Kementerian Pendidikan Tinggi hingga lahirnya nomenklatur program studi baru yang lebih segar dan adaptif.

Namun, vokasi tidak bisa berjalan sendirian di menara gading. Hari kedua rapat refleksi ini berubah menjadi ajang diplomasi pendidikan. Kehadiran mitra internasional seperti Swisscontact dengan program Young Professional-nya, JICA yang membawa tenaga ahli Jepang, hingga Institut Français d’Indonésie (IFI) di ranah gastronomi, membuktikan bahwa lulusan Poltekpar sedang dipersiapkan untuk melintasi batas-batas negara. Bahkan, peluang emas telah menanti di sektor hospitality global dengan kuota lebih dari 20.000 tenaga kerja melalui sinergi bersama KP2MI.

Lebih dari Sekadar Ruang Kelas

Di sudut lain, napas kewirausahaan turut ditiupkan. Melalui Rapat Koordinasi Kewirausahaan, Poltekpar berambisi agar lulusannya tidak hanya mahir melayani, tetapi juga piawai membangun bisnis. Kolaborasi dengan pakar dari ITB dan Kementerian UMKM menjadi sinyal bahwa entrepreneurial spirit akan menjadi identitas baru mahasiswa vokasi pariwisata.

Puncak dari refleksi ini terasa begitu manusiawi ketika Poltekpar Makassar menyerahkan policy brief tentang wisata bahari berkelanjutan, disusul dengan aksi nyata kepedulian sivitas akademika melalui penyaluran bantuan bagi korban bencana di Medan.

Rapat refleksi ini akhirnya bukan hanya tentang angka dan Indikator Kinerja Utama (IKU). Ia adalah tentang sebuah janji: bahwa di tahun 2026 nanti, ekosistem pendidikan pariwisata Indonesia akan tampil lebih kuat, lebih digital, dan lebih hijau, siap menyongsong dunia dengan senyum profesionalisme yang tak tergoyahkan.

Roadmap Poltekpar 2026–2030

Roadmap ini merupakan panduan strategis yang disusun untuk mentransformasi Politeknik Pariwisata (Poltekpar) menjadi Pusat Unggulan (Center of Excellence) pendidikan vokasi pariwisata dunia. Fokus utamanya adalah mencetak SDM yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berwawasan keberlanjutan.

1. Pilar Transformasi Akademik & Kurikulum
  • Penguatan standar nasional yang diintegrasikan dengan kebutuhan industri internasional, terutama penguasaan bahasa asing dan keterampilan pedagogis dosen.

  • Pengusulan dan pengembangan program studi baru yang lebih relevan dengan tren pariwisata masa depan.

  • Pelaksanaan seleksi mahasiswa baru yang disinergikan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjaring talenta terbaik secara nasional.

2. Digitalisasi dan Green Jobs
  • Mengintegrasikan teknologi digital dalam seluruh proses pembelajaran dan operasional kampus.

  • Menyiapkan lulusan untuk mengisi peran dalam green jobs di sektor pariwisata, guna mendukung pariwisata berkelanjutan sesuai kebijakan global.

3. Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa
  • Menggeser paradigma lulusan dari sekadar pencari kerja menjadi wirausaha pariwisata melalui sinergi dengan Kementerian UMKM.

  • Penguatan unit pendukung di setiap kampus untuk inkubasi bisnis rintisan mahasiswa.

4. Kemitraan Strategis & Jejaring Global
  • Kerja sama konkret dengan mitra dunia seperti Swisscontact (magang terstruktur), JICA (tenaga ahli Jepang), dan IFI (bidang gastronomi).

  • Memanfaatkan peluang penempatan lebih dari 20.000 tenaga kerja di sektor hospitality melalui kemitraan dengan KP2MI.

5. Tata Kelola dan Akreditasi
  • Percepatan pencapaian akreditasi “Unggul” bagi seluruh program studi sesuai dengan standar Permendiktisaintek terbaru.

  • Memastikan koordinasi yang solid antara pusat, pemerintah daerah, dan industri dalam pemanfaatan fasilitas kampus.

Kesimpulan Strategis

Roadmap 2026–2030 bukan hanya tentang peningkatan kualitas pendidikan, tetapi tentang membangun ekosistem vokasi yang inklusif dan kompetitif. Dengan fondasi yang kuat pada riset (seperti policy brief wisata bahari) dan kepedulian sosial, Poltekpar diproyeksikan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.

(Tr)

Related Posts

1 of 15