Nisita.info, Yogyakarta – Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Yogyakarta, Rabu (3/11/2025) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kembali peran penting guru dan sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang ramah dan inklusif.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menyebut pendidikan inklusif sebagai ruh dan energi ekosistem pendidikan, di mana kesetaraan layanan bagi seluruh murid tanpa kecuali adalah nilai dasar yang harus diperjuangkan bersama.
Penegasan ini menandai komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan inklusif bukan hanya program pelengkap, tetapi fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional. Kemendikdasmen turut memberikan apresiasi kepada guru dan satuan pendidikan yang telah konsisten memberikan layanan bermutu bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kesempatan yang sama, menyerukan pentingnya menjadikan sekolah sebagai lingkungan sosial yang memungkinkan semua anak, apa pun kondisinya, mendapatkan ruang yang aman dan nyaman.
“Kita berusaha membangun budaya sekolah yang lebih humanis, manusiawi, dan memanusiakan semua insan pendidikan yang ada di dalamnya, termasuk anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ujar Mendikdasmen.
Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus adalah “anak-anak istimewa” yang memiliki potensi dan bakat tinggi, sama berharganya dengan anak-anak lainnya.

Dalam acara tersebut, Kemendikdasmen menyerahkan Penganugerahan dan Apresiasi Terima Kasih Gurukhu serta Penghargaan untuk Satuan Pendidikan Ramah terhadap Penyandang Disabilitas Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik.
Salah satu penerima apresiasi, Guru SLB Negeri Pembina Yogyakarta, Marlinda Alis Suyekti, menuturkan bahwa kunci layanan bermutu yang mereka berikan selalu dimulai dari asesmen awal kebutuhan murid.
“Kami mengawali semua layanan dengan asesmen awal kebutuhan murid itu sendiri sehingga mereka mendapat layanan pendidikan yang sesuai kebutuhannya,” jelas Marlinda, memastikan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif terletak pada ketulusan guru dan penanganan yang individual.(tr)















