Pendidikan

Kemenag dan Kemenko PMK Rancang Sinergi Sekolah Formal – Madrasah Diniyah

Nisita.info, Jakarta – Selama bertahun-tahun, dunia pendidikan kita kerap berjalan dalam dua rel yang terpisah. Di satu sisi, sekolah formal (SD, SMP, SMA) berfokus pada kurikulum nasional berbasis ilmu pengetahuan umum. Di sisi lain, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menjadi ruang andalan luar sekolah bagi jutaan anak Indonesia untuk mendalami ilmu agama setelah lonceng sekolah formal usai berbunyi. Dua institusi ini hidup berdampingan, tetapi jarang saling bersentuhan dalam sebuah sistem yang terpadu.

Akan tetapi, sebuah terobosan besar di pertengahan tahun 2026 ini siap mengubah wajah pendidikan karakter anak bangsa. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) resmi menyiapkan model kolaborasi strategis antara sekolah formal dan MDT. Sinergi nasional ini dirancang untuk melahirkan generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, melainkan juga kokoh secara spiritual dan berkarakter mulia.

Langkah kolaboratif ini dimatangkan dalam sebuah pertemuan penting bertajuk “Rapat Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai Penguatan Pendidikan Karakter” yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan lintas sektoral ini mempertemukan jajaran Direktorat Pesantren Kemenag, Kemenko PMK, hingga perwakilan praktisi lapangan dari Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT).

Menjawab Tantangan Degradasi Moral di Era Digital

Integrasi antara sekolah formal dan madrasah diniyah ini lahir dari kegelisahan mendalam terhadap tantangan zaman. Di era gempuran informasi digital, anak-anak dihadapkan pada risiko krisis moral yang nyata, mulai dari maraknya perundungan (bullying) hingga menipisnya nilai-nilai kesantunan tradisional. Pendidikan agama dan penanaman nilai moral tidak bisa lagi dianggap sebagai sekadar suplemen sore hari, melainkan harus diletakkan sebagai fondasi utama.

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menjelaskan bahwa model kolaborasi ini bukan berarti meleburkan struktur kelembagaan yang ada atau menambah beban belajar peserta didik. Sebaliknya, integrasi ini berfokus pada penyelarasan nilai, pengakuan kompetensi keagamaan siswa, dan kerja sama fasilitas pembelajaran.

“Sinergi ini diharapkan memperkuat pendidikan agama dan karakter peserta didik secara holistik tanpa membebani psikologis anak. Kita ingin nilai-nilai keagamaan yang didapat siswa di MDT sore hari mendapat rekognisi dan penguatan di sekolah formal mereka pada pagi harinya,” ujar Basnang Said.

Harmonisasi Kurikulum dan Rekognisi Kompetensi

Model kolaborasi yang tengah digodok ini memuat beberapa poin krusial. Salah satunya adalah potensi penyelarasan kegiatan ekstrakurikuler serta sistem penilaian karakter. Dengan kerja sama ini, capaian prestasi atau kompetensi keagamaan seorang siswa di Madrasah Diniyah kelak bisa diakui atau diintegrasikan sebagai bagian dari penilaian rapor karakter atau muatan lokal di sekolah formalnya.

Pihak Kemenko PMK pun menilai langkah ini menjadi implementasi nyata dari agenda besar revolusi mental dan penguatan karakter nasional sejak usia dini. Kerja sama ini diharapkan mampu menutup celah keterbatasan jam pelajaran agama di sekolah formal yang selama ini dinilai sangat minim jika dibandingkan dengan kompleksitas pembentukan moral anak.

Sementara itu, DPP FKDT menyambut antusias peta jalan ini. Keterlibatan aktif forum komunikasi MDT memastikan bahwa model kolaborasi yang disusun pemerintah pusat tetap membumi dan fleksibel untuk diterapkan di berbagai daerah—baik di perkotaan yang padat maupun di pelosok perdesaan yang keterbatasan fasilitas.

Lewat kerja sama lintas kementerian ini, masa depan pendidikan kita tidak lagi menuntut anak-anak untuk memilih antara menjadi pintar atau menjadi saleh. Sinergi sekolah formal dan MDT menjadi pembuktian bahwa keduanya bisa berjalan beriringan demi mencetak generasi emas Indonesia yang unggul secara intelektual sekaligus anggun secara moral.(*/infopublik.id)

Related Posts

1 of 12