Ekonomi Kreatif

Kontribusi Ekonomi Kreatif Tembus Rp 1.500 Triliun, Kemenparekraf Dorong IP Lokal Go International

Nisita.info – Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia menunjukkan performa impresif dengan mencatat pertumbuhan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 11 tahun, dari Rp 700 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.500 triliun pada 2024.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa pencapaian ini telah melampaui target tahun 2025 yang kontribusinya setara dengan 7 persen terhadap PDB nasional.

Momentum keberhasilan ini, menurut Menteri Ekraf, akan dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi hexahelix dan fokus membawa Intellectual Property (IP) lokal ke panggung dunia, mengorkestrasi Indonesia dari konsumen tren menjadi pembuat tren internasional.

“Kontribusi sektor ekraf terhadap PDB telah tumbuh lebih dari dua kali lipat mulai Rp 700 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 1.500 triliun pada tahun 2024. Tentu hal ini telah melampaui target tahun 2025 yang kontribusinya setara dengan 7 persen terhadap PDB nasional,” kata Menteri Riefky Harsya dalam sambutannya pada Trend Maker Summit 2025 di Platinum Hotel Jimbaran, Bali, Kamis (27/11).

Menteri Ekraf menjelaskan bahwa untuk mempertahankan dan memperluas pertumbuhan ini, dibutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat melalui pendekatan hexahelix—inovasi bersama antara pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, media, komunitas, dan pelaku bisnis. Tujuannya adalah agar Indonesia beralih menjadi pembuat tren baru dari sisi kreativitas dan ekonomi.

Selain kolaborasi, kementerian juga mendorong penguatan data, pengembangan talenta, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan akses pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong ekosistem ekraf nasional berdaya saing global.

Untuk mewujudkan ambisi go international, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali pada Oktober 2026. Konferensi ini diharapkan menjadi landasan penting bagi pembentukan kebijakan ekonomi kreatif secara internasional.

“Kami ingin mengapresiasi Katadata Indonesia dan OMG Consulting bersama TrendWatching atas inisiatif terhadap acara Trend Maker Summit 2025. Tentu hal ini perlu kita orkestrasi bersama sehingga lebih terstruktur dan semakin memberi dampak terhadap investasi, ekspor, lapangan kerja, begitu juga kontribusi terhadap PDB,” tutup Menteri Ekraf.

Acara Trend Maker Summit 2025 sendiri hadir sebagai ruang inspirasi yang membahas berbagai tren dunia yang akan ditarik inspirasi lokalnya, membantu memetakan inovasi yang berdampak nyata di tahun 2026.(tr)

Related Posts

1 of 10