Oleh: Taufiqurrahman
Nisita.info – Pernahkah Anda membayangkan menempuh perjalanan mudik menuju kampung halaman di dalam perut “robot” dari planet merah? Tahun ini, para pemudik pengguna jasa kereta api tidak hanya sekadar berpindah kota, tetapi diajak masuk ke dalam dunia imajinasi film anak terbaru Indonesia, Pelangi di Mars.
Kolaborasi apik antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Mahakarya Pictures telah menyulap rangkaian KA Argo Dwipangga dan sudut-sudut Stasiun Gambir menjadi kanvas raksasa bagi kekayaan intelektual (Intellectual Property) lokal.
Etalase Kreatif di Atas Rel
Kereta bukan lagi sekadar alat transportasi massa. Di tangan para pelaku ekonomi kreatif, gerbong-gerbong besi ini bertransformasi menjadi media promosi yang sangat efektif. Melalui livery khusus yang cerah dengan karakter utama film serta elemen robotik yang futuristik, perjalanan panjang tak lagi terasa membosankan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut sinergi ini sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan potensi talenta muda Indonesia. “Momentum mudik dan libur Lebaran terasa lebih semarak dengan aktivasi yang imajinatif. Ini memperlihatkan besarnya potensi IP lokal kita yang terus berkembang menjadi kekuatan industri,” ujarnya, Selasa (17/3).
Menyambut Pemudik dengan Robot
Setibanya di Stasiun Gambir, lelah perjalanan para penumpang langsung disambut oleh atmosfer yang berbeda. Instalasi visual bertema luar angkasa, lengkap dengan elemen robot dan detail set film, berdiri megah di area stasiun. Area ini pun mendadak menjadi spot foto favorit bagi keluarga yang ingin mengabadikan momen mudik mereka.
Produser Pelangi di Mars, Dendi Reynando, menyambut baik ruang ekspresi ini. Baginya, film anak di Indonesia masih sangat terbatas. “Kami berharap Pelangi di Mars dapat menjadi bagian dari upaya membangun IP lokal yang kuat dan mampu mengisi kebutuhan tontonan keluarga yang terus tumbuh,” ungkapnya.
Perjalanan yang Bercerita
Bagi PT KAI, kolaborasi ini adalah bentuk inovasi layanan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa stasiun dan kereta adalah ruang publik yang sangat dinamis.
“Melalui dekorasi stasiun dan livery kereta, kami ingin perjalanan pelanggan menjadi lebih berwarna, lebih berkesan, dan semakin dekat dengan karya kreatif anak bangsa,” kata Bobby.
Sinergi lintas sektor ini seolah menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia kini telah keluar dari ruang-ruang tertutup dan hadir langsung menyapa masyarakat di tengah aktivitas harian mereka. Bagi Anda yang sedang mudik, pastikan untuk menoleh ke jendela gerbong; mungkin saja ada “pelangi” yang sedang menemani perjalanan pulang Anda.(***)
Sumber: BK-Ekraf















