Nisita.info, Jakarta — Pemerintah Indonesia memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui akselerasi sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Dalam rapat tingkat menteri yang digelar di kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026), pemerintah menetapkan target ambisius untuk menyerap jutaan tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan terciptanya 10 juta pekerja di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif dan wirausaha, hingga tahun 2029. Sinergi antara Kementerian Ekraf dan Kementerian UMKM diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem secara masif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi wirausaha kreatif, khususnya bagi masyarakat kurang mampu agar dapat berkembang. Ia menyoroti potensi besar pegiat ekonomi kreatif yang kini tumbuh subur tidak hanya di kota besar, tetapi juga menjangkau pelosok desa dan kecamatan dari Sabang sampai Merauke.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Kementerian Ekraf berfokus pada:
-
Aktivasi Desa Kreatif: Menggali potensi lokal di daerah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melihat peluang hingga ke tingkat bawah.
-
Program Naik Kelas: Memberikan kesempatan bagi talenta kreatif daerah untuk meningkatkan skala usaha mereka melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menambahkan bahwa pembukaan ruang publik bagi anak muda dan pelaku UMKM adalah langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja baru. Rapat ini sengaja diadakan di kawasan Blok M untuk melihat langsung praktik terbaik (best practice) pengembangan ekonomi berbasis kawasan.
Kawasan Blok M dinilai sukses karena mampu mencatatkan:
-
Volume Pengunjung: Rata-rata mencapai 80.000 pengunjung per hari.
-
Perputaran Ekonomi: Mencapai angka sekitar Rp5 miliar, menjadikannya model yang siap direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas kementerian ini, pemerintah optimistis dapat menghadirkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.(ekraf/KIF/*)















