Ekonomi Kreatif

Animasi Lokal Tantang Batas Teknologi Unreal Engine

Dunia animasi Indonesia tak lagi sekadar bermain di zona nyaman sebagai penyedia jasa. Kini, melalui program AKTIF Animasi, talenta kreatif tanah air sedang dipersenjatai dengan teknologi kelas dunia untuk bertransformasi menjadi pemain utama di peta industri global.

Nisita.info, Bali — Di balik layar-layar komputer yang berpendar di Brown Bag Films Bali, sebuah revolusi kecil sedang dimulai. Senin (4/5/2026) menjadi penanda dibukanya program AKTIF (Akselerasi Kreatif) Animasi: Unreal Engine Training, sebuah inisiatif ambisius dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk meningkatkan standar teknis kreator lokal.

Fokus utama pelatihan ini adalah penguasaan Unreal Engine, sebuah perangkat lunak yang kini menjadi standar emas untuk efisiensi workflow 3D animasi dan produksi real-time. Sebanyak 25 peserta terpilih, yang disaring ketat dari sekitar 70 pendaftar, akan menjalani pelatihan intensif hingga 29 Mei mendatang.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa penguatan kapasitas talenta berbasis teknologi adalah kunci agar industri nasional tidak hanya menjadi penonton di kancah global. “Program ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten,” ujarnya.

Pelatihan ini bukan sekadar urusan teknis di dalam kelas, melainkan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, asosiasi (AINAKI), dan pelaku industri seperti Brown Bag Films Bali. Rezha Widias, Recruitment Manager Brown Bag Films Bali, menyebut program ini sebagai jembatan yang akan mempermudah serapan tenaga kerja profesional. Sementara itu, Sekjen AINAKI, Eka Chandra, menekankan pentingnya pembaruan keterampilan (upskilling) agar talenta lokal tetap relevan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Meskipun industri animasi Indonesia terus tumbuh dan mulai berani mengembangkan Intellectual Property (IP) orisinal, tantangan seperti percepatan adopsi teknologi masih membayangi. Oleh karena itu, program AKTIF Animasi dirancang untuk memperkuat fondasi tersebut.

Bagi peserta yang memenuhi standar pelatihan, peluang keterhubungan langsung dengan industri terbuka lebar. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, subsektor animasi dapat menjadi penggerak baru ekonomi kreatif yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.(ekraf/KIF/*)

Related Posts

1 of 10