Ekonomi Kreatif

SkyHouse Samarinda Tanggalkan Kesan ‘High Class’, Kini Lebih Warm dan Inklusif

Menikmati kerlip lampu kota atau berburu senja dari ketinggian lantai 17 dan 18 gedung tinggi di Samarinda sering kali menyisakan sekat psikologis bagi sebagian orang.

Halo, Sobat Nisita! Saat hendak makan malam di restoran, ada kesan formal, eksklusif, atau label high class yang terkadang membuat warga enggan untuk sekadar melangkah masuk.

Namun, cerita lawas itu kini resmi ditanggalkan oleh SkyHouse Rooftop Dining dan Lounge. Destinasi rooftop ikonik di Kota Tepian ini baru saja melakukan relaunching dengan membawa transformasi total yang jauh lebih ramah, hangat, dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

Bukan Lagi Soal Eksklusivitas

Ditemui dalam sebuah sesi wawancara eksklusif, General Manager SkyHouse Seto Marsono mengungkapkan bahwa perubahan paling signifikan yang akan dirasakan oleh Sobat Nisita saat berkunjung adalah atmosfer interiornya.

Jika dulu suasananya terasa agak kaku dan formal, kini tata ruang dibuat lebih terang dengan sentuhan warna-warna warm yang mengundang.

“Satu yang membedakan adalah tempat dan interiornya. Kita mau feeling-nya tidak terlalu formal seperti dahulu. Kalau dulu ada kesan SkyHouse itu identik dengan high class, sekarang semua orang bisa menikmati kok di sini, tidak masalah,” ujarnya kepada awak media.

Langkah berani ini diambil demi memperluas segmentasi pasar. SkyHouse ingin merangkul seluruh warga Samarinda yang mencari ruang komunal baru untuk berkumpul, tanpa harus merasa canggung dengan aturan protokoler restoran mewah yang kaku.

Menikmati Sunset 360 Derajat dan Nongkrong Lebih Lama

Bagi Sobat Nisita pencinta senja, tempat ini menawarkan salah satu sudut pandang terbaik di Kota Samarinda. Dengan pandangan vertikal 360 derajat tanpa penghalang, momen matahari terbenam (sunset) di atas cakrawala Kota Tepian bisa dinikmati dengan sangat dramatis mulai pukul 17.00 WITA.

Menariknya lagi, manajemen SkyHouse sangat memahami kultur masyarakat Samarinda yang gemar mengobrol dan nongkrong hingga larut malam. Guna mengakomodasi kebiasaan tersebut, jam operasional kini diperpanjang.

“Kita buka lebih lama dari sebelumnya. Kalau dulu sampai jam 12, sekarang sampai jam 1 malam. Untuk mengakomodasi juga tamu-tamu yang kadang memulainya agak telat,” tambah sang GM.

Sentuhan Menu Western yang Estetik dan Menu Lokal yang Akrab

Dari sektor meja makan, SkyHouse tetap mempertahankan garis haluan menunya pada konsep Western. Hidangan legendaris mereka seperti aneka jenis steak dan pasta tetap bisa dijumpai. Bedanya, kali ini presentasi makanannya dibuat jauh lebih modern dan Instagrammable— sebuah keharusan di era visual media sosial saat ini.

Beralih ke lantai 18 yang mengusung konsep open-air lounge, Sobat Nisita akan disuguhi pilihan menu tapas—hidangan pembuka atau camilan porsi kecil ala Spanyol yang sangat cocok dinikmati secara sharing (berbagi) bersama teman-teman sembari menikmati angin malam.

Meski kental dengan nuansa Barat, SkyHouse tidak melupakan akar lokal. Untuk menjembatani lidah warga Samarinda yang “belum kenyang kalau belum makan nasi”, menu nasi tetap dipertahankan dengan sedikit sentuhan modernisasi rasa.

Ruang Indoor Lebih Luas untuk Berbagai Event

Selain urusan kongkow santai, transformasi fisik SkyHouse juga menyasar fungsionalitas ruangan. Area tertutup (indoor) di lantai 17 kini diperluas secara signifikan. Tujuannya jelas, agar tempat ini bisa dimanfaatkan oleh komunitas, korporasi, maupun keluarga di Samarinda untuk menggelar berbagai acara (event).

Secara keseluruhan, kapasitas standar yang disediakan mampu menampung hingga 222 orang (130 kursi di lantai 17 dan 92 kursi di lantai 18). Angka ini tentu masih bisa dikondisikan dan dilipatgandakan sesuai dengan kebutuhan konsep acara.

Melalui wajah baru ini, SkyHouse tidak lagi sekadar menjual makanan di tempat yang tinggi. Mereka sedang menawarkan sebuah ruang alternatif yang inklusif bagi warga Samarinda untuk merayakan kebersamaan, menikmati lanskap kota, dan menciptakan cerita baru dari atas ketinggian.

Jadi, kapan Sobat Nisita mau mengagendakan santai sore di sini? (Vin/*)

Related Posts

1 of 11