Ekonomi Kreatif

Kolaborasi Indonesia-Korea Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Nisita.id, Tangerang – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui kolaborasi strategis lintas negara.

Terbaru, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri gelaran HUG K-Pop Concert: K-Life & K-Live Indonesia yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Sabtu (17/1/2026).

Acara yang mempertemukan bintang K-Pop seperti HIGHLIGHT dan MINHO dengan musisi kebanggaan tanah air, Tiara Andini serta Lullaboy, ini bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini merupakan buah kerja sama resmi antara Kementerian Ekraf RI dan Korea Creative Content Agency (KOCCA).

Dalam sambutannya, Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan bahwa sinergi dengan Korea Selatan merupakan langkah nyata untuk membuka akses pasar global bagi pelaku industri kreatif lokal.

Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bagaimana ekonomi kreatif mampu menjadi ruang temu yang menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Kerja sama seperti ini penting untuk memperluas jejaring dan memastikan Indonesia tampil sebagai inspirator serta pemimpin di panggung global,” ujar Irene.

Ia juga menambahkan bahwa kemitraan internasional adalah bagian dari strategi pemerintah memposisikan ekonomi kreatif sebagai ‘The New Engine of Growth’ atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, yang turut hadir melihat acara ini dari kacamata edukasi.

Menurut Stella, musik memiliki kaitan erat dengan sains dan cara kerja otak dalam merangsang kreativitas generasi muda.

“Konser ini menunjukkan bagaimana ruang kreatif dapat menjadi sarana pembelajaran yang relevan sekaligus berdampak bagi anak muda kita,” ungkap Stella.

Apresiasi dan Akses Gratis

Chief Representative KOCCA Indonesia, Lee Gi Haun, menyatakan bahwa konser ini adalah bentuk apresiasi bagi para penggemar K-Pop di Indonesia sekaligus upaya memperdalam hubungan industri konten kedua negara.

Menariknya, tiket konser ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat melalui berbagai program pendaftaran dan giveaway.

Kehadiran jajaran pejabat dari berbagai kementerian, termasuk Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah dan pihak Kedutaan Besar Korea Selatan, mempertegas bahwa penguatan ekosistem kreatif kini menjadi agenda prioritas lintas sektor demi mencapai transformasi ekonomi yang inklusif.

Semangat kolaborasi internasional yang diusung dalam konser ini diharapkan dapat menular ke daerah-daerah, termasuk Kalimantan Timur.

Sebagai wilayah yang kini menjadi pusat perhatian dunia melalui IKN, Kaltim memiliki potensi besar untuk menjadi titik temu baru bagi industri kreatif global.

Sinergi antara pemerintah pusat dan lembaga internasional seperti KOCCA menjadi sinyal positif bahwa akses pasar global kini semakin terbuka lebar bagi musisi dan kreator konten lokal, termasuk mereka yang berbasis di Samarinda, Balikpapan, hingga pelosok daerah penyangga IKN.(KIF-ekraf/*)

Related Posts

1 of 10