Nisita.info, Samarinda — Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur menggelar program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 800 peserta ini dipusatkan di Kompleks Pesantren Hidayatullah Samarinda mulai tanggal 26 hingga 29 April 2026.
Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayah masing-masing.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, menjelaskan bahwa TMS bertujuan menanamkan budaya sadar bencana agar menjadi bagian dari gaya hidup siswa. Program ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden agar simulasi bencana dilakukan secara berkelanjutan di sekolah untuk membentuk muscle memory atau memori otot dalam prosedur evakuasi.
“Edukasi bencana tidak boleh hanya dilakukan saat terjadi darurat, melainkan harus dimulai dari bangku sekolah agar anak-anak tahu apa yang harus dilakukan secara spontan saat tanda-tanda bencana muncul,” ujar Achmad Rasyidi saat membuka kegiatan, Rabu (29/4/2026).
Dalam kegiatan ini, personel Tagana bertindak sebagai instruktur untuk membekali siswa dan guru dengan materi strategis, seperti:
-
Pemetaan jalur evakuasi sekolah.
-
Simulasi perlindungan diri saat gempa, banjir, maupun kebakaran.
-
Pengenalan peralatan logistik kebencanaan.

Peringatan HUT ke-22 Tagana tingkat provinsi ini juga dirangkai dengan aksi bakti sosial, meliputi pembersihan lingkungan sekolah, fogging, apel siaga, hingga penyediaan dapur umum lapangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dasar.
Achmad Rasyidi turut menyampaikan enam pesan penting Menteri Sosial RI bagi seluruh personel Tagana:
-
Siaga Tanpa Kompromi: Harus menjadi yang pertama hadir di lokasi.
-
Profesional dan Terlatih: Terus meningkatkan kapasitas evakuasi dan dukungan psikososial.
-
Solid dan Terintegrasi: Mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan gotong royong.
-
Berbasis Data dan Sistem: Respons harus cepat, tepat, dan tepat sasaran.
-
Integritas Tanpa Tawar: Tidak boleh ada penyalahgunaan dalam amanah kemanusiaan.
-
Humanis dan Berempati: Tagana hadir bukan sekadar menolong, tetapi menguatkan mental korban.
Melalui sinergi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan yang diperkuat sejak 2019, program TMS diharapkan terus memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat di Kalimantan Timur.(Arif)















