Nisita.info, Lombok Tengah — Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tidak hanya menjadi saksi adu kecepatan mesin, tetapi juga menjadi panggung unjuk gigi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal Indonesia.
Dalam ajang GT World Challenge Asia Powered by AWS yang berlangsung 1–3 Mei 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi mendorong integrasi IP lokal ke dalam industri global melalui kolaborasi strategis.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang hadir langsung di lokasi menekankan bahwa ajang ini merupakan bukti nyata inklusivitas ruang kreatif di Indonesia.
Salah satu sorotan utama dalam ajang ini adalah kehadiran IP lokal bertajuk Starla X Roar dari perusahaan TaleX yang menghiasi livery mobil balap. Menariknya, mobil tersebut dikendarai oleh talenta kreatif Erika Richardo dan Jheremy Owen dalam sesi Radical Time Attack.
Kolaborasi ini mencerminkan transformasi luar biasa dalam ekosistem kreatif:
-
Evolusi Karier: Erika dan Jheremy yang sebelumnya dikenal sebagai kreator yang melukis mobil balap, kini beralih peran menjadi pembalap di lintasan internasional.
-
Simbol Inklusivitas: Perubahan jalur karier ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat membuka jalan menuju sektor profesional yang berbeda bagi siapa pun yang berani bermimpi.
Sinergi IP, Olahraga, dan Pariwisata
Kementerian Ekraf bekerja sama dengan sejumlah mitra seperti Radical Motorsport, Sekuya EVOS Racing, dan Maxdecal untuk mewujudkan integrasi ini. Penyelenggaraan ini memperlihatkan bagaimana ekonomi kreatif, olahraga (sport), dan pariwisata dapat menyatu dalam satu ekosistem yang kuat di kawasan Mandalika.
Selain kolaborasi IP, ajang tahun ini juga memberikan ruang khusus bagi perempuan melalui Krida Agya One Make Race (OMR) Kartini Race. Program ini bertujuan memperkuat pesan kesetaraan gender serta mendorong regenerasi talenta perempuan dalam dunia motorsport nasional.
Menuju Pemain Utama Global
Wamen Ekraf Irene Umar juga memberikan apresiasi kepada tim di balik layar yang memastikan acara berjalan dengan standar global. Menurutnya, keterlibatan setiap individu merupakan representasi wajah Indonesia di mata dunia.
Melalui langkah strategis ini, Kementerian Ekraf optimistis Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk luar, melainkan tampil sebagai pemain utama yang menentukan arah baru industri kreatif global melalui keberanian talenta lokal dalam melampaui batas. (Ekraf/*)















