Nisita.info, Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) resmi menyelenggarakan kegiatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Daerah Mitra INOVASI, Rabu (3/6/2026).
Langkah strategis ini dilakukan bersamaan dengan penyerahan buku Ketika Sekolah Melindungi sebagai komitmen kuat pemerintah dalam mengonstruksi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta sepenuhnya berpihak pada murid di tingkat nasional hingga daerah.
Agenda nasional ini merupakan fondasi operasional dari implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang diperkuat oleh Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman BSAN. Melalui payung hukum baru tersebut, pemerintah menggeser paradigma penanganan ke arah pendekatan promotif dan preventif guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dari aspek fisik, sosial, maupun budaya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang membuka langsung kegiatan tersebut menekankan bahwa platform BSAN dirancang untuk mengubah wajah institusi pendidikan menjadi ruang yang membahagiakan bagi peserta didik.
“Sekolah menjadi tempat di mana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif, dan partisipatif. Semuanya menjadi satu kesatuan sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi sebuah budaya dan peradaban baru, di mana semua anak kita belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya,” — Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, Selasa (2/6).
Menurut Abdul Mu’ti, budaya ini tidak boleh bertumpu pada kemegahan fasilitas fisik semata. Jantung dari sekolah yang aman terletak pada ekosistem sosial yang sehat serta relasi positif yang terbangun antarwarga sekolah.
Akselerasi budaya positif ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Australia selaku mitra pembangunan Indonesia. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, memuji langkah konkret Kemendikdasmen yang dinilai visioner dalam memayungi hak rasa aman anak di institusi pendidikan.
Melalui kemitraan strategis dalam program INOVASI, Pemerintah Australia telah ikut mendanai pengembangan serta uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat.
Praktik baik (best practice) yang sebelumnya sukses diterapkan di Kota Batu (Jawa Timur) dan Kota Tarakan (Kalimantan Utara) kini mulai direplikasi secara masif ke berbagai daerah lain.
“Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah.
Pemerintah Australia berkomitmen mendukung upaya ini, termasuk memperkuat sistem pendidikan, mendorong inklusivitas, dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi semua anak,” tutur Gita Kamath.
Sebagai bentuk komitmen riil di lapangan, dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) BSAN yang mencakup 20 kabupaten/kota dan 5 provinsi mitra INOVASI.
Pokja daerah ini akan bertindak sebagai lokomotif koordinasi lintas sektor yang gemuk dan integratif. Lembaga ini nantinya akan mengawinkan peran teknis dari berbagai instansi daerah, antara lain:
-
Sekretariat Daerah & Bappeda
-
Dinas Pendidikan
-
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)
-
Dinas Sosial & Dinas Kesehatan
-
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Menutup rangkaian acara, Kemendikdasmen meluncurkan buku kumpulan kisah inspiratif berjudul “Ketika Sekolah Melindungi: Cerita dari Sekolah Mitra INOVASI dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman”.
Buku ini diharapkan menjadi panduan praktis dan rujukan literasi bagi sekolah-sekolah lain di seluruh penjuru tanah air dalam menciptakan peradaban baru pendidikan Indonesia yang memanusiakan manusia. (*/ST/SK)
Sumber: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.















