Ekonomi Kreatif

Akselerasi Ekonomi Kreatif Daerah, 80 Kabupaten/Kota Segera Bentuk Dinas Ekraf

Nisita.info, 8 November 2025 – Pemerintah Pusat menunjukkan komitmen serius untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif (Ekraf) hingga ke tingkat daerah.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengumumkan percepatan luar biasa dalam pembentukan kelembagaan Ekraf di daerah setelah adanya panduan resmi.

Menteri Riefky menyampaikan informasi tersebut pada sesi diskusi panel dalam Konferensi Internasional ‘Future Creative Ecosystem: AI, Media Art, and Digital Humanity’, rangkaian acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) di Malang Creative Center. Saat ini, telah terjadi lonjakan signifikan dalam respons pemerintah daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjadi salah satu panelis dalam sesi diskusi panel pada Konferensi International ‘Future Creative Ecosystem: AI, Media Art, and Digital Humanity’ yang merupakan rangkaian acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) di Auditorium Lantai 7, Malang Creative Center, Malang, Sabtu (8/11/2025).

“Sebelumnya hanya 8 dari 38 provinsi yang mempunyai judul dinas ekonomi kreatif dan 18 dari 514 kabupaten/kota. Sementara sekarang 80 kabupaten atau kota sedang berproses untuk pembentukan Dinas Ekraf di daerah,” jelas Menteri Ekraf.

Langkah ini didukung oleh Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Dalam Negeri terkait panduan pembentukan dinas Ekraf, yang memungkinkan dinas tersebut berdiri mandiri atau digabung dengan dinas lainnya, sehingga mendorong dan mempercepat capaian pertumbuhan Ekraf di daerah.

Menteri Riefky berharap momentum kelembagaan ini menjadi dorongan bagi generasi muda untuk lebih berperan dalam industri kreatif, budaya, dan digitalisasi, menuju Indonesia Emas 2045.

“Generasi muda sekarang ini bergerak menuju digitalisasi. Kita memang berharap bahwa hasilnya positif berbentuk kreatif, seperti apa dari hobi bisa memberikan penghasilan yang berkali lipat,” ujarnya.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengabadikan momen pada Konferensi International ‘Future Creative Ecosystem: AI, Media Art, and Digital Humanity.

Hadir pula dalam diskusi panel tersebut Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.

Giring Ganesha menyoroti upaya kolaborasi pemerintah dalam melestarikan warisan budaya lokal, mencontohkan perjuangan tempe agar diakui sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Hal ini selaras dengan semangat kolaborasi Ekraf untuk membawa potensi lokal ke panggung global.

Diskusi ini memperkuat pemahaman bahwa generasi muda bisa berperan aktif dalam berkreasi, mengonsumsi, dan mendistribusikan konten digital yang bernilai ekonomi, didukung oleh ekosistem kelembagaan yang kini semakin kuat di daerah.(*)

Related Posts

1 of 9