Daerah

UPTD Tekkom & Infodik Kaltim Optimalkan belajar.id Lewat Sosialisasi di Ujung Tahun

Nisita.info – Layar monitor di berbagai sudut Kalimantan Timur berpijar serentak pada pengujung Desember lalu. Di balik layar itu, ratusan guru SMA, SMK, hingga SLB berkumpul dalam ruang virtual, bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban administratif, melainkan untuk menjemput “kunci” menuju transformasi ruang kelas mereka.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui UPTD Tekkom & Infodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baru saja menggelar sosialisasi krusial: Optimalisasi Akun belajar.id dan Portal Rumah Pendidikan. Sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa jarak geografis Benua Etam bukan lagi penghalang bagi kualitas instruksional.

“Dengan memiliki akun ini, kita dapat mengakses berbagai kebutuhan belajar mengajar seperti Platform Rumah Pendidikan hingga aplikasi pendukung seperti Google dan Canva secara gratis,” ungkap Muchamad Awaludin, Kepala UPTD Tekkom dan Infodik, mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kaltim dalam pembukaan acara (31/12/2025).

Pernyataan tersebut menggarisbawahi realitas baru di dunia pendidikan. belajar.id bukan sekadar alamat surel.

Ia adalah paspor digital. Bagi seorang guru di pedalaman Mahakam maupun di hiruk-pikuk Balikpapan, akun ini memberikan akses premium ke alat kolaborasi kelas dunia tanpa membebani dompet pribadi maupun anggaran sekolah.

Dalam diskusi yang dipandu oleh para pakar teknologi pendidikan, seperti Sasmiati (Guru Pejuang Digital Kaltim 2025) dan Bakrowi (Duta Teknologi 2020), terungkap bahwa aktivasi akun ini adalah langkah pertama dari lari maraton digitalisasi.

Mengapa para guru begitu antusias? Jawabannya terletak pada ekosistem. Akun belajar.id secara otomatis terintegrasi dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Canva for Education.

Bayangkan seorang guru seni di Kutai Kartanegara kini bisa merancang presentasi visual yang memukau setara desainer profesional, atau seorang guru lingkungan hidup di Berau yang mampu menyimpan ribuan riset lapangan di cloud storage tanpa batas khawatir memori penuh.

Selain belajar.id, sorotan utama jatuh pada Rumah Pendidikan. Ini adalah upaya Pemprov Kaltim untuk menyediakan wadah materi yang kredibel dan relevan dengan konteks lokal.

Di sinilah kurikulum bertemu dengan inovasi, memberikan referensi bagi pendidik untuk tidak lagi sekadar “mengajar dari buku”, tapi “menginspirasi melalui data”.

Tantangan di Balik Layar

Tentu, perjalanan menuju digitalisasi total di Kalimantan Timur tidak tanpa tantangan. Kendala teknis aktivasi seringkali menjadi batu sandungan. Namun, melalui sosialisasi masif ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada guru yang tertinggal di belakang.

Dengan semangat optimisme, Kalimantan Timur sedang bersiap. Bukan hanya sekadar membangun gedung sekolah yang megah secara fisik, tetapi membangun jembatan digital yang menghubungkan setiap talenta di Benua Etam dengan cakrawala pengetahuan global.

Kini, bola berada di tangan para guru: sejauh mana mereka akan memutar “kunci” digital tersebut untuk membuka potensi murid-muridnya?(adit/tekkom/*)

Related Posts

1 of 36