Sekolah-Kampus

Dosen Polnes Gelar Edukasi Perlindungan Diri Ajarkan Anak Kenali Area Sensitif Tubuh

Nisita.info — Belasan anak usia 7–11 tahun tampak antusias mengangkat lembar kerja dan bingkisan bertempat di Posko RT 03 Perumahan Pinang Bahari, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang.

Mereka baru saja mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) bertajuk “Anak Cerdas, Lindungi Diri: Edukasi Area Sensitif untuk Anak 7–11 Tahun”.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA ini diikuti 15 anak. PKM dilaksanakan oleh tim dosen Satryawati, S.E., M.Si., Hamdani, M.Pd., dan Rusliansyah, S.ST., M.M., bersama mahasiswa Program Studi S1 Terapan Manajemen Pemasaran sebagai bagian dari praktik mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR).

Satryawati  menjelaskan program ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan kekerasan seksual masih menjadi salah satu bentuk kekerasan yang paling banyak dialami anak.

“Di sisi lain, pembahasan tentang area tubuh sensitif masih kerap dianggap tabu, sehingga banyak anak belum memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi maupun cara merespons situasi yang membuat mereka tidak nyaman,” ujarnya.

Menurut tim pelaksana, rentang usia 7–11 tahun merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan pemahaman tersebut. Pada usia ini, anak berada pada tahap operasional konkret sebagaimana dijelaskan Jean Piaget, yakni mulai mampu memahami aturan dan hubungan sebab-akibat dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Lewat Permainan dan Simulasi

Sementara itu, Hamdani, M.Pd., mengatakan seluruh materi disampaikan dengan cara yang ramah anak. Setelah pembukaan dan perkenalan, peserta diajak mengenali area tubuh pribadi, memahami batasan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta pentingnya menjaga privasi tubuh.

“Penyampaian materi dipadukan dengan diskusi interaktif, permainan edukatif, tanya jawab, dan simulasi sederhana,” jelas Hamdani.

Dalam sesi simulasi, anak-anak berlatih mengatakan “tidak” terhadap sentuhan yang tidak pantas, menjauh dari situasi berbahaya, dan segera memberi tahu orang dewasa yang mereka percaya, seperti orang tua atau guru.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan. Di akhir acara, peserta mendapatkan lembar edukasi bergambar serta bingkisan sebagai apresiasi atas keaktifan mereka.

Peserta Mampu Bedakan Sentuhan Aman dan Tidak Aman

Berdasarkan observasi tim selama kegiatan, sebagian besar peserta mampu menyebutkan area tubuh pribadi, membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta menjelaskan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi berisiko.

Tim mengakui sempat menemui kendala, antara lain perbedaan tingkat pemahaman antarusia dan rasa malu sebagian anak untuk bertanya. Kendala itu diatasi dengan bahasa yang sederhana, pendekatan yang lebih interaktif, serta contoh-contoh yang dekat dengan keseharian anak.

“Edukasi perlindungan diri bukan hal yang tabu. Justru inilah bekal penting agar anak berani menolak dan melapor bila mengalami perlakuan yang tidak pantas,” ujar perwakilan tim PKM.

Tim PKM Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda berfoto bersama anak-anak peserta kegiatan “Anak Cerdas, Lindungi Diri” di Posko RT 03 Perum Pinang Bahari, Samarinda Seberang. (Foto: Dok. Tim PKM Polnes)

Peran Orang Tua Tetap Kunci

Tim PKM berharap pengetahuan yang diperoleh anak tidak berhenti pada satu kegiatan. Orang tua diimbau terus memperkuat pemahaman tersebut di rumah melalui komunikasi yang terbuka. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilanjutkan dengan materi yang lebih mendalam mengenai perlindungan anak dan pencegahan berbagai bentuk kekerasan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang menerapkan ilmu perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Melalui program ini, Polnes menegaskan komitmennya untuk turut menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak di Kota Samarinda. (*/adv)

 

Related Posts

1 of 10