Nisita.Info — Politeknik Negeri Samarinda melalui Program Studi Manajemen Pemasaran, Jurusan Administrasi Bisnis, menggelar pelatihan praktik penjualan bagi siswa kelas XI SMK Negeri 9 Samarinda, yang digelar pada Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan penjualan sekaligus memperkuat kompetensi kewirausahaan siswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan membangun usaha mandiri.
Pelatihan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Samarinda dengan melibatkan dua mahasiswa.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Sarwo Eddy Wibowo, M.M. didampingi oleh anggota tim pengabdian Armini Ningsih, SE., M.M., Tandi Kadang, M.AB. Sarwo Eddy Wibowo menyampaikan bahwa keterampilan penjualan merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa SMK.
“Kemampuan tersebut tidak hanya berguna untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi modal dalam mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Samarinda berharap siswa SMKN 9 Samarinda dapat mengembangkan kemampuan komunikasi bisnis, meningkatkan keterampilan pelayanan pelanggan, serta menumbuhkan karakter wirausaha yang kreatif, inovatif, dan produktif,” jelasnya.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan keterampilan praktis di bidang pemasaran dan penjualan bagi siswa sekolah menengah kejuruan, khususnya dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Berdasarkan hasil observasi awal dan koordinasi dengan pihak sekolah, sebagian siswa masih menghadapi kendala dalam melakukan komunikasi penjualan, menawarkan produk kepada konsumen, serta memberikan pelayanan pelanggan secara langsung. Selain itu, kurangnya pengalaman simulasi penjualan turut memengaruhi kepercayaan diri siswa ketika berinteraksi dengan calon konsumen.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian memberikan pelatihan yang mencakup komunikasi pemasaran, teknik menawarkan produk, strategi penjualan, pelayanan pelanggan, serta penguatan motivasi kewirausahaan. Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif yang menggabungkan pemahaman konsep dengan praktik langsung.
Salah satu bagian utama kegiatan adalah simulasi praktik penjualan melalui metode bermain peran (role play) dan studi kasus sederhana. Melalui metode ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan cara berkomunikasi dengan pelanggan, menjelaskan keunggulan produk, memberikan pelayanan, hingga membangun kepercayaan konsumen dalam proses transaksi.
Pelaksanaan pelatihan diikuti lebih dari 50 siswa ini berlangsung secara interaktif. Siswa menunjukkan antusiasme dan motivasi yang tinggi, terutama ketika mengikuti sesi simulasi dan praktik penjualan. Pendampingan langsung dari tim pengabdian juga membantu siswa membangun keberanian dan kepercayaan diri dalam menawarkan produk serta berinteraksi dengan calon konsumen.
Mewakili Kepala Sekolah SMKN 9, Pontjowulan, M.Pd berharap ke depan, penguatan kompetensi tersebut dapat dilanjutkan melalui kegiatan praktik bisnis sekolah, bazar kewirausahaan, pelatihan pemasaran digital, dan kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi juga diharapkan terus berkembang sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industry,” tutup Pontjowulan.(yul/adv)















