Ekonomi Kreatif

Menengok Wajah Masa Depan Gim Indonesia di Lapangan Banteng

Nisita.info, Jakarta – Siapa sangka kursi kantor bisa menjadi kendaraan balap yang memacu adrenalin? Atau, bagaimana rasanya menggerakkan Barongsai secara sinkron bersama teman dalam sebuah labirin digital? Pemandangan unik inilah yang tersaji di sudut Lapangan Banteng, Jakarta, dalam rangkaian Bazar Harmoni Imlek Nasional 2026.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Garena Indonesia menyulap sebuah booth menjadi etalase hidup bagi tujuh gim karya developer lokal. Bukan sekadar pameran, ruang ini menjadi pembuktian bahwa industri gim tanah air tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi mulai unjuk gigi sebagai pemain kreatif yang inklusif.

Di antara keriuhan festival, tiga gim binaan Ekraf mencuri perhatian pengunjung dengan konsepnya yang “out of the box”. Ada Need For Seat, sebuah gim balap kasual yang mendobrak pakem dengan menggunakan kursi kantor sebagai kendaraan utama. Lalu ada Cats & Osaka, gim eksplorasi santai yang mengajak pemain mencari kucing tersembunyi dengan visual estetis.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, meninjau Booth Ekraf | Garena dalam Bazar Harmoni Imlek Nasional 2026 dalam Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (22/02/2026)

Namun, yang paling ikonik dengan suasana Imlek adalah Barongsway. Gim kooperatif hasil Global Game Jam 2026 Malang ini menuntut dua pemain bekerja sama menggerakkan Barongsai untuk melewati berbagai tantangan. Sebuah perpaduan apik antara tradisi dan teknologi digital.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat meninjau lokasi menegaskan bahwa gim adalah subsektor dengan nilai tambah ekonomi raksasa. “Partisipasi talenta lokal di ruang publik seperti ini menunjukkan bahwa karya kreatif Indonesia semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya optimis.

Panggung bagi Sang Juara Muda

Selain gim binaan pemerintah, booth ini juga memamerkan karya para pemenang Garena Game Jam 3. Para mahasiswa dari kampus ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Politeknik Negeri Malang turut memamerkan karya bertema “Nothing Works as Expected”.

Sebut saja Let Neigh Out! karya tim UI yang menyabet Juara 1, hingga No Cats Work as Expectations dari pengembang individu asal Malang yang dinobatkan sebagai tim paling kreatif. Gim-gim ini membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa Indonesia memiliki standar yang mampu bersaing di level regional.

Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia, melihat potensi besar ini sebagai modal kuat menuju pasar global. “Talenta kita tidak kalah dengan negara lain. Dengan dukungan pemerintah, gim dalam negeri punya kesempatan besar mendapat perhatian dunia,” ungkap Hans.

Lebih dari Sekadar Permainan

Kolaborasi antara pemerintah dan raksasa industri seperti Garena menjadi sinyal positif bagi ekosistem digital nasional. Bukan hanya soal hiburan, industri gim adalah muara dari berbagai disiplin ilmu: mulai dari pemrograman, desain grafis, musik, hingga penulisan naskah.

Melalui booth di Lapangan Banteng ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: industri gim Indonesia memiliki masa depan cerah. Ketika dukungan pemerintah bertemu dengan kreativitas tanpa batas para developer muda, maka “Go Global” bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang sedang dijemput.

Bagi Anda yang ingin mencicipi langsung keseruan gim-gim ini, Bazar Harmoni Imlek Nasional masih akan berlangsung hingga 1 Maret 2026. Mari datang dan dukung karya anak bangsa! (Ekraf/tr)

Related Posts

1 of 9