Warta Utama

Program GARASI ANAK dan GASAKKAN Resmi Diluncurkan di 8 Lokus Stunting

Nisita.info, Samarinda — Inovasi berbasis masyarakat dalam memperkuat pencegahan stunting kembali lahir di Kota Samarinda. Dua organisasi profesi, yakni Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda dan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC-IBI) Kota Samarinda, secara mandiri menginisiasi program Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) serta Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN).

Kick off kedua program inisiatif tersebut resmi digelar di Posyandu Berkat Do’a Ibu, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (9/9/2026), sebagai bentuk dukungan nyata organisasi profesi terhadap program percepatan penurunan stunting Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Wawali H. Saefuddin Zuhri saat memberikan sambutan. (Nisita)

Dalam perhelatan tersebut, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Samarinda, dr. Ira Puspa Rachmawati, M.KM., menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari komitmen mandiri para tenaga medis dan kesehatan.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif murni dari PDGI dan IBI Kota Samarinda untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting, sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Samarinda Nomor 400.7-1855-100.19,” ujar dr. Ira.

Ia menekankan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan ini bersourced dari kas dan anggaran internal organisasi profesi tanpa menggunakan APBD Kota Samarinda.

“Kegiatan ini murni non-APBD, bersumber dari anggaran PDGI dan IBI. Gerakan ini tidak berhenti pada seremonial saja, melainkan akan terus berlangsung secara berkesinambungan dari September hingga Desember 2026 menyasar 89 Posyandu di 8 kelurahan lokus stunting dengan sasaran 2.790 balita dan 154 ibu hamil,” jelasnya.

Delapan kelurahan lokus intervensi tersebut meliputi Kelurahan Tenun, Baka, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi.

Inisiatif dan kontribusi mandiri organisasi profesi ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Samarinda. Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi antara praktisi kesehatan dan pemerintah demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari PDGI dan IBI. Penjagaan kesehatan anak harus dimulai dari hal-hal mendasar sejak dini. Melalui GARASI ANAK, anak-anak dibiasakan merawat gigi secara benar. Sementara lewat GASAKKAN, ada pendampingan tumbuh kembang dan pelayanan kesehatan ibu balita,” kata Saefuddin Zuhri.

Wawali juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memanfaatkan layanan Posyandu serta menjaga pola makan anak di rumah.

“Keluarga adalah benteng utama. Saya mengajak seluruh orang tua untuk rajin membawa anak ke Posyandu agar tumbuh kembangnya terpantau, serta disiplin membatasi makanan dan minuman manis agar kesehatan gigi dan pencernaan anak tetap terjaga,” terangnya.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Samarinda, dr. Ira Puspa Rachmawati, M.KM. (Nisita)

Melalui program GARASI ANAK, PDGI menghadirkan 5 layanan utama seperti skrining/pemeriksaan gigi, edukasi & demo menyikat gigi, imunisasi gigi, pencatatan di aplikasi SIREHAT, hingga rujukan faskes.

Sementara IBI melalui GASAKKAN memberikan 4 layanan unggulan mencakup edukasi ASI Eksklusif, edukasi kesehatan reproduksi, pijat bayi gratis, serta pijat punggung bagi ibu hamil.(Tr/*)

Related Posts

1 of 26