Nusantara Raya

Puteri Indonesia Ajak Kita Merajut Ruang Siber yang Aman untuk Anak

Pernahkah Sobat Nisita membayangkan bagaimana jadinya jika dunia digital yang kita selami setiap hari berubah menjadi tempat yang menakutkan bagi anak-anak?

Nisita.info – Di era di mana jemari begitu mudah menari di atas layar smartphone, internet laksana dua sisi mata uang. Ia bisa menjadi samudra ilmu yang luas, namun di sisi lain, ia juga menyimpan arus deras yang bisa menenggelamkan kepolosan masa kanak-kanak jika tidak kita jaga bersama.

Sebuah pesona inspiratif hadir di tengah riuhnya pembicaraan teknologi pada Jumat (5/6/2026). Puteri Indonesia 2026, Harashta Haifa Zahra, hadir membawa draf pemikiran yang teduh namun kuat dalam kunjungannya ke Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta.

Kehadirannya bukan sekadar kunjungan protokoler biasa. Melainkan sebuah gerakan hati yang menyuarakan dukungan penuh terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.

Regulasi tentang Kesehatan, khususnya terkait perlindungan anak di ranah digital, demi melahirkan Tunas Generasi Hebat yang tangguh.

Bagi seorang Harashta, kecantikan sejati seorang perempuan Indonesia terpancar dari kepeduliannya terhadap masa depan bangsa.

Dengan gaya bicaranya yang anggun namun tegas, ia mengingatkan kita semua bahwa anak-anak era Gen Z dan Gen Alpha tumbuh besar di dalam ekosistem digital. Mereka adalah pemilik masa depan Indonesia.

Namun, untuk mencetak tunas bangsa yang unggul dan berdaya saing global, sarana fisik dan gizi tubuh saja tidaklah cukup. Asupan mental dan rasa aman mereka di dunia siber juga harus dijamin secara mutlak.

“Anak-anak kita membutuhkan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi hebat yang mampu membawa Indonesia bersinar di panggung dunia,”Puteri Indonesia 2026, Harashta Haifa Zahra.

Ia menekankan bahwa internet harus dikembalikan khitahnya sebagai oase pembelajaran yang menyenangkan, tempat di mana anak-anak bisa mengeksplorasi kreativitas tanpa harus dibayangi oleh ketakutan akan perundungan siber (cyberbullying), paparan konten negatif, hingga kejahatan digital lainnya.

Langkah inspiratif dari Puteri Indonesia ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi kita semua—para orang tua, guru, kakak tingkat, hingga pelaku industri digital.

Menjaga anak-anak di internet bukanlah tugas tunggal pemerintah atau kementerian semata, melainkan tanggung jawab kolektif kita bersama sebagai satu keluarga besar Indonesia.

Implementasi regulasi yang kuat seperti PP Perlindungan Anak ini harus diimbangi dengan sentuhan humanis di rumah.

Membatasi ruang gerak anak secara kaku tentu bukan solusi bijak di zaman modern ini. Jalan terbaik adalah dengan hadir mendampingi mereka, mengedukasi dengan penuh kasih sayang, serta memberikan keteladanan dalam beretika di media sosial.

Melalui sinergi antara ketegasan regulasi dari Kemkomdigi dan gaung kepedulian yang disuarakan oleh figur publik seperti Puteri Indonesia, kita sedang menanam benih harapan baru.

Mari kita bersama-sama menyulap dunia digital menjadi taman bermain yang ramah, aman, dan penuh inspirasi. Karena dari ruang digital yang sehat itulah, kelak akan lahir tunas-tunas generasi hebat yang akan mengharumkan nama Indonesia di masa depan. (*/)

Sumber: Siaran Pers Resmi Kementerian Komunikasi dan Digital RI (komdigi.go.id).

Related Posts

1 of 11