Nusantara Raya

Diikuti 12 Ribu Siswa, Pelaksanaan TKA di Bantul Berjalan Lancar dan Terstandar

Nisita.info, Kab. Bantul — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bantul, DIY, sukses digelar dengan tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Sebanyak 12.663 peserta didik dari 399 satuan pendidikan mengikuti tes berstandar nasional ini sebagai bagian dari penguatan sistem asesmen pendidikan.

Kesuksesan ini merupakan buah sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), BPMP DIY, serta Dinas Dikpora Kabupaten Bantul dalam memastikan pemetaan mutu pendidikan berjalan objektif.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Mohammad Adi Hartono, menyatakan bahwa meskipun terdapat tantangan teknis seperti gangguan listrik dan jaringan internet, semuanya dapat diantisipasi dengan baik.

“Secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul berjalan dengan baik. Kendala yang muncul umumnya terkait listrik dan internet, namun telah diantisipasi dengan penyediaan cadangan seperti genset,” ujar Adi Hartono, Selasa (22/4).

Ia menambahkan bahwa pengalaman dari asesmen sebelumnya membuat tim di lapangan lebih terlatih. Namun, ia tetap memberikan catatan mengenai pentingnya pembaruan data Dapodik serta tantangan keterbatasan sarana komputer yang membuat beberapa sekolah harus menerapkan pembagian sesi ujian.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menjelaskan bahwa TKA merupakan transformasi dari Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Langkah ini diambil untuk memastikan capaian belajar siswa diukur secara lebih objektif dan terstandar secara nasional.

“Hasil TKA merupakan capaian individu siswa yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” tegas Nugroho. Ia juga mengapresiasi komitmen kuat dari sekolah-sekolah di Bantul yang telah mempersiapkan infrastruktur dan SDM secara matang.

Di tingkat pusat, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menekankan bahwa hasil TKA di berbagai daerah, termasuk Bantul, memiliki peran krusial bagi masa depan pendidikan Indonesia.

“Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran,” ungkap Toni.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan TKA ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan, sekaligus menjadi acuan utama dalam peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan di seluruh tanah air. (Irfan/BK-Kemendikdasmen/*)

Related Posts

1 of 10