Suasana hangat berbalut kesibukan teknis terasa begitu kental saat memasuki SMP Negeri 4 Samarinda di kawasan Jalan Ir. H. Juanda RT. 17 No. 14, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Di sana kini tengah menjadi pusat perjuangan ratusan orang tua demi mengantarkan putra-putri mereka menuju gerbang pendidikan menengah pertama. Yuk, kita intip!
Sobat Nisita, Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 memang menghadirkan warna baru. Di balik monitor komputer loket pendaftaran, tampak para panitia sekolah bekerja dengan memastikan setiap berkas digital terverifikasi secara adil dan transparan sesuai koridor regulasi.
Menakhodai proses krusial ini, Indrawan Darussalam selaku Ketua Panitia SPMB sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Samarinda, membagikan ceritanya.
Indrawan menjelaskan bahwa pada tahap awal pendaftaran—khususnya Jalur Afirmasi—panitia di tingkat satuan pendidikan bergerak tegak lurus mengacu pada sistem digital yang terintegrasi dengan pangkalan data kemaslahatan pusat. Melalui sistem otomatisasi ini, kelayakan pendaftar jalur afirmasi tersaring secara objektif berbasis klaster tingkat kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4 dari Kementerian Sosial.
“Kami di sekolah adalah pelaksana teknis yang harus patuh dan konsisten terhadap petunjuk teknis (juknis) serta sistem aplikasi yang ada,” ungkap Indrawan di sela kesibukannya. Ketegasan ini diambil demi memastikan bahwa kuota jaring pengaman ekonomi tersebut benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang paling berhak dan membutuhkan.
Berdasarkan rekapitulasi data serapan kuota tahap awal di SMPN 4 Samarinda, tercatat dinamika angka yang menarik:
- Jalur Afirmasi: Terisi 38 siswa dari total daya tampung 75 kursi.
- Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua (Mutasi): Mengakomodasi 13 siswa dari kuota 19 kursi.
- Jalur Prestasi Akademik: Terpenuhi penuh 75 siswa dari 75 kuota tersedia.
- Jalur Prestasi Non-Akademik: Terserap habis 18 siswa dari 18 kuota tersedia.
Melihat angka tersebut, ketatnya sistem verifikasi digital di awal memang membuat sisa kuota afirmasi masih terbuka cukup lebar (sekitar 37 kursi kosong), lantaran panitia di loket sepenuhnya memegang asas kepatuhan sistem dan belum mencatat adanya penggunaan berkas fisik seperti SKTM eksternal di menu aplikasi pendaftaran selama gelombang tersebut berlangsung.
Jangan Patah Arang, Jalur Domisili Menanti!
Bagi para orang tua murid yang putra-putrinya belum berkesempatan lolos pada tahapan awal jalur afirmasi maupun prestasi kemarin, Indrawan Darussalam menyelipkan pesan yang sangat menyejukkan sekaligus membakar semangat. Pintu gerbang SMPN 4 Samarinda sama sekali belum tertutup.
Mulai hari Senin ini, tanggal 22 hingga 26 Juni 2026, SMPN 4 Samarinda resmi membuka Jalur Domisili (Zonasi). Jalur ini menjadi kesempatan emas dan ruang terbuka lebar bagi warga yang tinggal di kawasan Samarinda Ulu dan sekitarnya untuk mendaftarkan anak-anak mereka memanfaatkan kedekatan jarak geografis rumah dengan sekolah.
Melalui tulisan khas ini, SMPN 4 Samarinda ingin mengirimkan pesan penting bagi seluruh masyarakat: bahwa sistem digital yang kaku bukanlah tembok penghalang, melainkan jembatan menuju transparansi.
Dengan sisa kuota yang ada dan dibukanya Jalur Domisili minggu ini, perjuangan meraih masa depan cerah di bangku sekolah baru saja dimulai. Tetap semangat, persiapkan berkas dengan teliti, dan mari sambut tahun ajaran baru dengan optimisme tinggi!(TR/*)















