Nisita.info – Menanggapi tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola, Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah serius untuk membentuk sebuah klub profesional. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah perusahaan swasta untuk membahas pembentukan klub yang direncanakan akan berlaga di kompetisi Liga Nusantara.
Rapat yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Kamis (25/9) ini menindaklanjuti arahan Wali Kota untuk menciptakan wadah hiburan sekaligus kebanggaan masyarakat melalui olahraga. Antusiasme 5.000 warga pada ajang Pupuk Kaltim Cup 2025 menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mendorong hadirnya klub resmi. Pemerintah memandang sepak bola bukan hanya soal prestasi, tetapi juga industri yang dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi.
Dalam diskusi, pemerintah memaparkan pentingnya pembinaan sejak usia dini. Saat ini, Bontang memiliki 18 Sekolah Sepak Bola (SSB), namun belum ada jalur jelas menuju tingkat profesional. Oleh karena itu, pemerintah berencana menyiapkan pembinaan usia 17–19 tahun serta menggelar Turnamen Sepak Bola Lokal (TDSL) yang juga dapat melibatkan UMKM.
Terkait pendanaan, pemerintah menegaskan dana CSR perusahaan tidak boleh digunakan untuk gaji pemain profesional, tetapi dapat dimanfaatkan untuk pembinaan dan sarana olahraga. Sejumlah perusahaan dan perbankan swasta yang hadir, seperti PT Pupuk Kaltim, PT Badak NGL, Indominco, dan bank cabang Bontang, menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung melalui skema sponsorship.
“Kami sangat berharap adanya kolaborasi bersama perusahaan agar klub Kota Bontang dapat segera terbentuk dan ikut serta dalam Liga Nusantara. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga kebanggaan masyarakat,” ujar Agus Haris dalam kesempatan tersebut.
Rapat tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan, baik dalam mendukung pengembangan sepak bola di Kota Bontang maupun dalam menjawab persoalan sosial. Sejumlah perusahaan dan Bank swasta cabang Bontang menyatakan siap berkontribusi melalui sponsorship, fasilitas, maupun pembinaan tim. Harapannya, kolaborasi ini dapat melahirkan tim kebanggaan daerah sekaligus memperjelas peran masing-masing pihak dalam pembangunan.
Pada akhirnya, semua pihak menyepakati penyusunan proposal resmi agar kontribusi perusahaan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan diarahkan ke program prioritas. Dengan adanya kesepakatan tersebut, Pemerintah Kota Bontang bersama perusahaan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan olahraga sekaligus menjawab tantangan sosial dan ekonomi. Langkah ini diharapkan tidak hanya melahirkan klub sepak bola kebanggaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bontang secara berkelanjutan.(*/Apr_Prokompim)
Foto:















