Sekolah-Kampus

Dafa Ezra: Di SMAN 2 Tenggarong Meracik Agen Perubahan Melawan Hoaks

 

Ruang Serba Guna SMAN 2 Tenggarong di Jalan Pesut No.112, Kamis (25/9/2025) tampak berbeda. Fokus para siswa tak lagi pada buku pelajaran  di kelas, melainkan pada pemuda bernama Dafa Ezra, yang dengan lugas dan penuh semangat menyampaikan pesan sederhana, namun krusial: “Saring sebelum sharing.”

Dafa, Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, bukan sekadar memberikan materi, melainkan sedang meracik agen perubahan. Ia tahu betul, di tengah derasnya arus digital, peran pelajar tak bisa dipandang remeh. Melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Hoaks dan Konten Pornografi, Dafa ingin memastikan para siswa memiliki bekal literasi yang kuat untuk menjaga diri dan lingkungan dari bahaya dunia maya.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, Dafa membawa siswa menyelami sejarah hoaks, dari rumor di era 1800-an hingga penyebaran masifnya saat ini berkat internet. Ia memaparkan fakta-fakta mencengangkan: lebih dari 215 juta pengguna internet di Indonesia, dengan 77% di antaranya aktif di media sosial, dan lebih dari 10.000 laporan hoaks yang masuk ke Kominfo setiap tahun. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata betapa rentannya ruang digital kita.

Namun, Dafa tidak hanya berhenti pada peringatan. Ia membekali para siswa dengan toolkit praktis. Ia mengajarkan mereka cara mudah mengecek keaslian foto dengan Google Lens, melaporkan konten negatif melalui aduankonten@mail.kominfo.go.id, hingga menggunakan situs klarifikasi terpercaya seperti TurnBackHoax.id.

Di mata para siswa, Dafa bukan hanya narasumber. Ia adalah sosok yang menularkan semangat untuk menjadi pahlawan di ruang digital. Ia menutup sesi dengan ajakan inspiratif. “Teknologi tidak bisa kita hentikan, tapi kita bisa memilih cara bijak dalam menggunakannya. Kalian, generasi muda, harus jadi teladan dengan menyebarkan konten positif dan melawan informasi palsu.”

Dari ruang kelas SMAN 2 Tenggarong, Dafa sedang menanamkan benih kesadaran. Ia meyakini, dengan bekal yang tepat, para siswa ini akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menularkan literasi digital ke lingkungan sekitar, dari keluarga hingga masyarakat.(*/rey/pt)

Related Posts

1 of 8