Nisita.info – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan serius dalam penurunan angka stunting setelah data menunjukkan prevalensi stunting Kaltim masih berada di angka 22,2% pada tahun 2024, hanya turun 0,7% dari angka 22,9% pada tahun 2021.
Angka ini jauh tertinggal dari capaian nasional yang telah mencapai 19,8%. Selain itu, Kaltim juga mencatat 39.137 kasus stunting yang membutuhkan penanganan segera.
Wakil Gubernur Kaltim, H Seno Aji, menekankan bahwa kondisi ini membutuhkan langkah-langkah luar biasa dan percepatan intervensi yang terukur.
“Artinya apabila kita ingin mengejar ketertinggalan, kita perlu beberapa percepatan. Secara nasional sudah lebih turun dari 1%, namun kita baru turun 0,7%,” ungkap Wagub Seno dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Gubernur Kaltim.

Wagub Seno menyoroti jumlah kasus yang signifikan. Ia meminta OPD pengampu seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk segera memonitor keberadaan balita-balita berisiko stunting agar puskesmas dan posyandu terdekat bisa memberikan layanan secara tepat.
Untuk memastikan intervensi tepat sasaran, Wagub Seno mewajibkan setiap kabupaten/kota memiliki peta wilayah prioritas dan peta keluarga berisiko stunting. Selain itu, pembentukan posko-posko stunting yang dilengkapi dengan peta sasaran harus segera dilakukan di setiap wilayah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, menambahkan bahwa percepatan ini memerlukan koordinasi kuat antara pemerintah pusat hingga desa, dengan mengacu pada indikator strategi prioritas 7 Quick Wins.
“Pelaksanaan kebijakan dan program penurunan stunting harus berjalan seragam di setiap tingkatan, mulai dari perencanaan hingga implementasi,” jelas Noryani.
Melalui sinergi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kaltim berharap langkah-langkah terukur ini mampu memberikan hasil nyata dan membuat nilai prevalensi stunting Kaltim benar-benar turun pada tahun mendatang.(Prb/ty/tr)















