Olah Pikir

EDITORIAL: Investasi Dua Ujung Siklus Kehidupan, Kunci Kaltim Menuju Generasi Emas

PEMBANGUNAN Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul seringkali difokuskan pada usia produktif. Namun, perkembangan di Kalimantan Timur (Kaltim) belakangan ini menunjukkan komitmen yang lebih mendalam dan holistik: investasi totalitas pada manusia, mencakup seluruh rentang usia—dari titik awal kehidupan hingga usia lanjut.

Dua kabar baik yang menjadi sorotan di tingkat daerah, yakni percepatan pemenuhan kualifikasi akademik bagi guru PAUD dari Kemendikdasmen dan peresmian Sekolah Lansia, menjadi bukti nyata keseriusan ini.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui keterangan resminya, telah mengambil langkah strategis dengan menyediakan beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ribuan guru PAUD yang belum memiliki kualifikasi S-1.

Langkah ini krusial. Ketika puluhan ribu guru PAUD didorong untuk memenuhi standar kompetensi, itu berarti fondasi pendidikan bagi anak-anak Indonesia, generasi yang akan menempati Ibu Kota Nusantara (IKN) sedang dibangun di atas kualitas terbaik.

Pendidikan bermutu untuk semua dimulai dari guru yang bermutu. Tanpa penguatan kapasitas guru, infrastruktur dan tata kelola pendidikan tidak akan memiliki makna.

Di ujung siklus kehidupan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memelopori pendekatan yang sama progresifnya.

Melalui peresmian Sekolah Lansia Bestari Desa Ponoragan yang disampaikan oleh Asisten III Setkab Kukar pada Sabtu lalu, program ini secara fundamental mengubah paradigma.

Usia tidak lagi dilihat sebagai masa menunggu pensiun atau penurunan, melainkan sebagai fase untuk tetap produktif, sehat, dan berdaya (SIDAYA).

Sekolah Lansia membekali para senior dengan pendidikan kesehatan pencegahan, konseling mental, hingga pelatihan keterampilan hidup.

Ini adalah wujud perhatian nyata agar lansia, yang memiliki pengalaman dan nilai kehidupan berharga, dapat terus berkontribusi pada pembangunan daerah dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Investasi di kedua ujung siklus kehidupan ini turut diperkuat oleh kehadiran organisasi kemasyarakatan yang berperan sebagai penjaga nilai.

Perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 di Kaltim mengingatkan kita bahwa pembangunan SDM yang berhasil tidak hanya menghasilkan insan yang cerdas dan berkompetensi, tetapi juga religius dan berakhlak.

Penguatan nilai, etika, ilmu, dan empati sosial adalah modal tak ternilai yang disuntikkan oleh organisasi semacam Muhammadiyah melalui “kerja senyap namun berdampak” mereka selama lebih dari satu abad.

Komitmen yang seragam—dari pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen, pemerintah daerah melalui Pemkab Kukar, hingga organisasi sosial—menunjukkan bahwa “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” bukan sekadar slogan.

Ini adalah sebuah peta jalan yang terstruktur: membangun fondasi awal melalui guru PAUD yang terampil, memastikan kesejahteraan dan kontribusi berkelanjutan melalui Sekolah Lansia, serta menjamin karakter unggul melalui penguatan nilai.

Pembangunan infrastruktur IKN harus berjalan selaras dengan pembangunan manusia. Dengan investasi holistik pada setiap fase kehidupan warganya, Kaltim siap menjadi model pembangunan manusia totalitas bagi Indonesia.(Dari berbagai sumber)

Related Posts

1 of 4