Nisita.info, Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai gerakan nasional berbagi sepatu sebagai wujud nyata penguatan pendidikan karakter di kalangan generasi muda.
Berkolaborasi dengan MD Entertainment Foundation, gerakan kepedulian sosial ini diwujudkan lewat penyaluran 2.500 pasang sepatu sekolah yang ditujukan khusus bagi anak-anak peserta didik yang terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh.
Kick-off gerakan kemanusiaan ini dikemas secara menarik melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film legendaris Children of Heaven yang diikuti oleh ratusan murid lintas jenjang, mulai dari SD hingga SMK di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekadar agenda hiburan menonton sinema. Gerakan berbagi sepatu ini dirancang sebagai instrumen pendidikan karakter berbasis aksi riil guna memupuk rasa empati, kepedulian sosial, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi pilar bangsa.
“Acara ini tidak sekadar kegiatan menonton film, tetapi juga menjadi momentum untuk memulai gerakan berbagi sepatu bagi anak-anak di Aceh yang terdampak banjir dan belum memiliki sepatu sekolah yang layak. Kita berharap anak-anak Indonesia memiliki kepedulian sosial yang tinggi, cinta kepada sesama, dan semangat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai itulah yang ingin kita tumbuhkan melalui gerakan ini,” ujar Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Jakarta.
Menurut Abdul Mu’ti, lewat gerakan ini, para pelajar diajak untuk memahami paradigma baru bahwa keberhasilan pendidikan tidak melulu diukur dari nilai akademik di atas kertas, melainkan dari kedalaman karakter dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.
Nonton bareng film Children of Heaven dipilih bukan tanpa alasan. Perwakilan dari MD Entertainment Foundation, Sairaa Punjabi, menjelaskan bahwa gerakan kolaboratif ini berjalan beriringan dengan kampanye “Sepasang Sepatu Berjuta Mimpi”.
Alur cerita film tersebut secara mendalam menggambarkan bagaimana sepasang sepatu memiliki arti, harapan, dan pengaruh yang sangat masif bagi kelangsungan hidup serta masa depan seorang anak sekolah.
“Film ini mengingatkan kita bahwa sepasang sepatu dapat memiliki arti yang sangat besar bagi seorang anak. Melalui kampanye ini, kami berharap semakin banyak anak yang dapat terus semangat belajar dan mengejar cita-citanya,” ungkap Sairaa Punjabi.
Langkah awal di Jakarta dan penyaluran ke daerah terdampak bencana di Aceh ini hanyalah permulaan. Kemendikdasmen berkomitmen untuk mereplikasi dan memperluas jangkauan gerakan berbagi sepatu ini ke sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Melalui skema pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning) di luar kelas, gerakan ini diproyeksikan mampu membentuk ekosistem pendidikan nasional yang tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga peka dan tanggap terhadap krisis kemanusiaan di sekitarnya. (*/RY/Kemendikdasmen)
Sumber: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.















