Olah Pikir

Membangun Surga di Rumah: 5 Tips Komunikasi Sehat bagi Pasangan Muda

Oleh: Dedy Rahmad*)

MEMBANGUN komunikasi yang kuat adalah fondasi utama bagi pasangan nikah muda untuk menciptakan ketahanan keluarga yang kokoh. Berdasarkan artikel tersebut, berikut adalah tips membangun komunikasi sehat yang dapat diterapkan:

1. Terapkan Tiga Sikap Utama (Kunci Keterbukaan)

Komunikasi yang efektif memerlukan perubahan sikap dari setiap anggota keluarga melalui:

  • Saling Terbuka: Jangan merahasiakan permasalahan pribadi maupun keluarga, karena ketidakjujuran dapat memicu kerenggangan hubungan.

  • Saling Memahami: Tunjukkan toleransi terhadap kondisi pasangan, baik dalam hal ekonomi maupun peran dalam mengurus rumah tangga.

  • Saling Menjaga: Ciptakan rasa aman dengan menjaga perasaan satu sama lain dan menghindari ucapan atau tindakan yang tidak pantas (kekerasan).

2. Perkuat Aspek Kepercayaan dan Komitmen

  • Kepercayaan: Yakini bahwa pasangan adalah orang yang dapat diandalkan, setia, dan selalu menjaga etika dalam berumah tangga berdasarkan pengalaman masa lalu yang telah dilewati bersama.

  • Komitmen: Jaga janji untuk hidup bersama dengan tetap memberi kabar dalam kondisi apa pun, terutama jika sedang berada di kota yang berbeda (pernikahan jarak jauh).

baca juga: Tekan Angka Perceraian, Pengurus BP4 Kaltim Periode 2025-2030 Resmi Dikukuhkan

3. Kembangkan Empati secara Mendalam

  • Alih-alih hanya bersimpati (sekadar ikut bahagia/sedih), pasangan muda didorong untuk berempati, yaitu benar-benar memahami pikiran dan ikut merasakan perasaan pasangan.

  • Jika pasangan sedang dalam kesulitan, jangan hanya memberi nasihat, tetapi tunjukkan tindakan nyata untuk membantu.

4. Miliki Kualitas Komunikasi yang Baik

Untuk mencapai efektivitas komunikasi, pasangan perlu memperhatikan hal teknis berikut:

  • Menjadi Pendengar yang Baik: Mendengarkan dengan tulus adalah bagian dari komunikasi yang berkualitas.

  • Jujur: Kejujuran menjadi pokok dari setiap perkataan agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

  • Sediakan Waktu yang Cukup: Efektivitas komunikasi sangat ditentukan oleh ketersediaan waktu luang untuk berinteraksi secara intens.

  • Gunakan Bahasa yang Baik: Masalah harus diungkapkan dengan tutur kata yang baik dan dalam kondisi emosi yang stabil agar tidak menyinggung pasangan.

5. Perhatikan Hal-Hal Kecil

  • Komunikasi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana, seperti memberi kabar dan menanyakan hal-hal kecil yang sedang dilakukan pasangan saat tidak sedang bersama.(tr)

Sumber Kutipan: Ali, Muhammad Nabih dan M. Marovida Aziz. (2022). Membangun Komunikasi Keluarga pada Pasangan Nikah Muda sebagai Benteng Ketahanan Keluarga. Taqnin: Jurnal Syariah dan Hukum, Vol. 04, No. 02, hal. 169-184.

*) Penulis adalah Jafung Pol PP pada bidang PPHD Satpol PP Prov. Kaltim

Related Posts

1 of 4