Olah Pikir

Menciptakan Sekolah yang Aman dan Menggembirakan Untuk Pendidikan Berkualitas

Pendidikan berkualitas bukan sekadar tentang selembar ijazah atau angka di rapor. Menurut Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati, pendidikan berkualitas adalah di mana kita bisa menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan juga menggembirakan.

Tentu, menciptakan ekosistem ideal seperti itu tidak mudah; ia harus dibantu dengan adanya program-program yang berkualitas dan dukungan kolektif. Visi ini mendorong pemerintah daerah untuk fokus pada pengembangan metode ajar yang menyentuh ranah kognitif sekaligus emosional peserta didik, sebagai respons terhadap tantangan pendidikan masa kini.

Wiwik Setiawati menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah menyiapkan program strategis berupa pelatihan pembelajaran mendalam. Ia buru-buru mengklarifikasi kesalahpahaman yang beredar di media sosial.

“Pembelajaran mendalam bukan pengganti kurikulum,” tegas Wiwik dalam wawancara eksklusif dengan TVRI Kaltim (2/10/2025).

Program ini adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Kunci dari pendekatan ini adalah mengaktifkan seluruh potensi siswa dengan menggunakan olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Fokusnya tidak hanya pada transfer ilmu, tetapi juga pada pengembangan karakter.

Fokus pengembangan karakter ini memiliki indikator yang jelas, yakni terimplementasinya tujuh karakter Anak Indonesia Hebat. Indikator ini dapat diukur, sehingga guru bisa melihat seberapa besar anak-anak mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari melalui hasil pembelajaran dan hasil belajar.

Wiwik Setiawati menekankan bahwa keberhasilan menciptakan ekosistem pendidikan berkualitas tidak bisa menjadi beban yang diemban sendiri oleh satuan pendidikan atau pemerintah daerah saja. Dukungan dari orang tua dan masyarakat adalah kewajiban.

“Tentu yang namanya pendidikan tidak hanya tanggung jawab dari satuan pendidikan atau pemerintah daerah saja. Masyarakat atau dalam hal ini juga orang tua punya kewajiban untuk mendukung,” ujar Wiwik.

Artinya, program yang dilaksanakan di sekolah harus juga bisa dilaksanakan dan diselaraskan di rumah. Sinergi antara rumah dan sekolah ini penting agar karakter-karakter yang ingin dibangun—termasuk pengembangan akademik maupun non-akademik—bisa seiring dan sejalan. Dengan demikian, investasi program berkualitas dari pemerintah dapat memberikan dampak maksimal, menciptakan generasi Kaltim yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan bahagia.(*/)

Related Posts

1 of 3