Sobat Nisita, Selama ini, kita mungkin lebih akrab dengan museum yang menyimpan benda-benda purbakala atau keris pusaka.
Namun, tahukah kamu kalau di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, berdiri sebuah tempat bernama Museum Multatuli?
Menariknya, tempat ini memegang predikat sebagai satu-satunya museum pascakolonial (post-colonial museum) di Indonesia, sekaligus masuk dalam jajaran elite salah satu dari sedikit museum sejenis yang ada di dunia!
Berbeda dengan museum konvensional, museum pascakolonial tidak memamerkan kemegahan era penjajahan, melainkan secara berani membedah narasi sejarah dari sudut pandang korban kolonialisme.
Di sini, kamu bisa menyelami kembali draf kritik humanis dari buku legendaris Max Havelaar karya Eduard Douwes Dekker yang dulu sempat mengguncang dunia.
Gak cuma itu, museum ini juga merawat memori kolektif dan benang merah sejarah para tokoh besar bangsa seperti Bung Soekarno, Tan Malaka, Haji Agus Salim, hingga Maria Ulfah saat mereka berada di tanah Banten. Sebuah oase literasi yang sangat cocok untuk masuk daftar destinasi wisata sejarah akhir pekanmu!















