Destinasi Wisata

Target Kunjungan Terlampaui, Yusak Catat Kenyamanan Fasilitas Festival Budaya Dayak Kenyah

Nisita.info, Samarinda – Festival Budaya Dayak Kenyah ke-53 Tahun 2026  baru saja usai. Pagelaran Wisata Budaya Pampang menorehkan catatan panitia penyelenggara.

Berdasarkan data dari pihak panitia, arus kunjungan pelancong yang memadati Lamin Adat sepanjang gelaran festival tahun ini dipastikan sukses meledak dan melampaui target serta capaian tahun sebelumnya.

Sekretaris Panitia Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Yusak Lukas, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masif yang ditunjukkan oleh masyarakat luas.

Daya tarik magis dari ritual adat dan kesenian tradisional Dayak Kenyah terbukti masih menjadi magnet pariwisata yang sangat kuat di Kalimantan Timur.

“Untuk kali ini memang sangat luar biasa, karena tahun ini target pengunjung memang lebih banyak dari tahun kemarin. Tahun lalu jumlah pengunjung sekitar 4.200 orang, dan tahun ini sepertinya bisa lebih dari itu. Jadi tingkat kunjungan memang luar biasa,” ujar Yusak dengan nada optimis saat ditemui usai penutupan rangkaian festival di Lamin Adat, Minggu (28/6/2026).

Meskipun sukses besar dari segi kuantitas penonton, riuh rendah festival yang sempat diguyur hujan deras di hari terakhir juga menyisakan ruang evaluasi yang jujur bagi pihak pengelola destinasi wisata. Fenomena cuaca tersebut memicu catatan kritis mengenai pentingnya peningkatan sarana prasarana pendukung, terutama infrastruktur yang ramah terhadap perubahan cuaca bagi para wisatawan.

Sebagai sebuah destinasi berbasis pertunjukan outdoor dan semi-outdoor, ketersediaan area pelindung bagi pengunjung menjadi hal yang mendesak untuk dibenahi ke depan. Yusak mengakui, ada rasa dilema tersendiri ketika masyarakat adat dituntut untuk terus tampil total menjaga kesakralan prosesi di tengah hujan, sementara di sisi lain, kenyamanan para penonton menjadi terganggu akibat keterbatasan tempat berteduh.

“Ke depannya mungkin ada beberapa fasilitas yang harus ditambah lagi. Seperti yang kita lihat saat ini hujan, pengunjung tentu kasihan. Perlu penambahan tempat berteduh bagi para pengunjung. Karena ini kegiatan outdoor, kami tetap harus tampil, tetapi pengunjung yang terganggu dengan hujan,” tuturnya mengevaluasi kondisi lapangan.

Harapan besar pun digantungkan agar perhelatan budaya di tahun-tahun mendatang mendapat sokongan pembenahan fasilitas yang lebih memadai dari berbagai pihak terkait. Bagaimanapun, kenyamanan penonton adalah kunci utama agar sebuah destinasi wisata budaya dapat dinikmati secara prima dan berkelanjutan sepanjang tahun.

Melalui momentum lonjakan kunjungan yang luar biasa pada tahun 2026 ini, Desa Wisata Budaya Pampang telah membuktikan posisinya sebagai ikon peradaban yang kokoh.

Kini, tugas besar yang menanti adalah bagaimana merawat api semangat pelestarian dari generasi muda lokal tersebut sembari terus mendongkrak fasilitas penunjang di area Lamin, agar kenyamanan yang disuguhkan sebanding dengan megahnya nilai tradisi yang mereka miliki.(Tr/*)

Related Posts

1 of 5