Nisita.info – Masjid yang hidup bukan hanya dilihat dari barisan shaf orang tuanya, tapi dari tawa dan kehadiran anak mudanya yang sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Susah mengaktifkan remaja masjid? Berikut tipsnya:
1. Berikan Kepercayaan dan Ruang Kreasi
Langkah pertama bukan memberi tugas, tapi memberi kepercayaan. Pengurus Masjid (Takmir) harus memberikan ruang bagi anak muda untuk mengelola satu bidang atau kegiatan secara mandiri.
-
Contoh: Izinkan mereka mengelola akun media sosial masjid atau menjadi panitia pelaksana kegiatan peringatan hari besar Islam.
2. Adaptasi Teknologi dan Digitalisasi
Sesuai pesan Bapak Edi Damansyah bahwa anak muda paling cepat beradaptasi dengan kemajuan, manfaatkan potensi ini untuk:
-
Masjid Digital: Libatkan remaja masjid dalam pembuatan konten dakwah visual (Reels/TikTok), siaran langsung pengajian, atau pengelolaan sistem donasi berbasis QRIS di masjid.
-
Fasilitas Penunjang: Menyediakan area Wi-Fi gratis dengan batasan waktu tertentu atau sudut baca digital bisa menarik anak muda untuk berkumpul di lingkungan masjid.
3. Program “Masjid sebagai Hub Komunitas”
Jangan jadikan masjid hanya sebagai tempat sholat. Jadikan masjid sebagai pusat hobi dan pengembangan skill yang diminati anak muda:
-
Skill Class: Mengadakan pelatihan desain grafis, fotografi, atau pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship) bagi pemuda sekitar.
-
Olahraga: Jika lahan memungkinkan, mengadakan kegiatan memanah, futsal, atau tenis meja yang dikoordinasikan oleh remaja masjid.
4. Libatkan dalam Aksi Sosial (Social Movement)
Anak muda cenderung lebih semangat jika dilibatkan dalam gerakan yang memberikan dampak nyata.
-
Contoh: Remaja Masjid menjadi garda terdepan dalam program pengentasan kemiskinan di sekitar masjid (sesuai harapan Camat Anggana), seperti penyaluran sembako atau menjadi tutor belajar bagi anak-anak kurang mampu di lingkungan tersebut.
5. Pendekatan yang Humanis, Bukan Menghakimi
Remaja masjid harus menjadi tempat yang ramah (youth-friendly). Hindari teguran yang keras atau kaku terhadap gaya berpakaian atau cara komunikasi anak muda selama masih dalam batas wajar. Rangkul mereka dengan bahasa mereka agar mereka merasa “memiliki” masjid tersebut.
6. Regenerasi secara Berjenjang
Pastikan ada struktur organisasi yang jelas namun fleksibel. Lakukan kaderisasi dari tingkat pelajar (SMP/SMA) hingga mahasiswa. Penghargaan kecil seperti sertifikat atau pelatihan kepemimpinan akan membuat mereka merasa dihargai.(TR)















