Warta Utama

Pemprov Targetkan 841 Desa Terkoneksi Internet pada Juni 2026

Nisita.info – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tancap gas menuntaskan program “Internet Desa Gratis”. Targetnya, seluruh desa di Benua Etam sudah akan menikmati akses informasi digital paling lambat pada semester pertama tahun 2026 ini.

Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 802 desa dari total 841 desa di Kaltim telah terpasang layanan internet. Artinya, masih ada “pekerjaan rumah” sebanyak 39 desa lagi yang harus diselesaikan dalam enam bulan ke depan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan optimismenya bahwa target tersebut akan tercapai tepat waktu.

“Insya Allah semester pertama 2026 ini bisa kita tuntaskan. Jadi total 841 desa di Kaltim seluruhnya sudah terpasang akses internet,” ujar Faisal dalam jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Senin (2/3/2026).

Saat ini, sebaran desa yang telah tuntas 100 persen terpasang internet meliputi Kabupaten Mahakam Ulu (50 desa), Kutai Barat (167 desa), Paser (131 desa), Penajam Paser Utara (seluruh desa), dan Kutai Kartanegara (188 desa).

Sementara itu, sisa 39 desa yang sedang dalam proses pemasangan tersebar di:

  • Kutai Barat: 23 desa

  • Paser: 8 desa

  • Kutai Kartanegara: 5 desa

  • Kutai Timur: 2 desa

  • Berau: 1 desa

Tantangan Listrik di Wilayah Terpencil

Faisal mengakui bahwa kendala utama di lapangan bukanlah sekadar teknis jaringan, melainkan ketersediaan energi listrik permanen. Beberapa desa tetap meminta pemasangan internet meski hanya mengandalkan genset atau energi alternatif.

“Ini yang jadi tantangan. Kalau tidak ada listrik, tentu internet juga tidak bisa berjalan optimal. Ada desa yang pakai genset, tapi kalau genset mati, internet juga ikut mati,” jelasnya. Untuk menyiasati hal tersebut, beberapa titik memanfaatkan tenaga surya dan tenaga air.

Kolaborasi Berbagai Teknologi

Demi menjangkau wilayah dengan geografis sulit, Diskominfo Kaltim menggunakan kombinasi teknologi mulai dari fiber optik hingga satelit.

  • Fiber Optik: Digunakan di 439 desa (koneksi paling stabil).

  • Satelit: Digunakan di 232 desa (solusi untuk wilayah terpencil).

  • Seluler: Digunakan di 131 desa.

Program ambisius ini didukung oleh sejumlah provider ternama seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Comtelindo, Icon Plus, Telkomsat, Basecamp, hingga PSN.

“Apapun tantangannya, tugas kami adalah memastikan seluruh desa di Kaltim terpasang internet. Ini menjadi komitmen dan target yang harus kami tuntaskan,” tegas Faisal menutup pembicaraan. (Prb/ty/*)

Related Posts

1 of 19